Kasus HIV/Aids di Bojonegoro Tinggi
Penderita HIV/Aids Sejak 2002 hingga 2015 Capai 677 Orang
Sabtu, 24 Oktober 2015 18:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota – Kasus HIV/Aids di Bojonegoro terbilang cukup tinggi. Berdasarkan data yang diungkap Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro menyebutkan, jumlah kasus HIV/Aids sejak tahun 2002 hingga September 2015 sebanyak 677 orang.
Dari jumlah penderita HIV/Aids itu, penderita HIV/Aids yang masih hidup hingga sekarang sebanyak 533 orang. Sedangkan, penderita HIV/Aids yang sudah meninggal sebanyak 144 orang.
Penderita HIV/Aids yang menjadi pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro sebanyak enam pasien. Sedangkan, selebihnya yang paling banyak memilih menjalani perawatan dan pengobatan di Rumah Sakit Umum (RSU) dr Soetomo Surabaya.
Apabila melihat wilayah di Bojonegoro yang paling banyak ditemukan kasus HIV/Aids sejak Januari hingga September 2015 di wilayah Kecamatan Balen sebanyak 15 orang, Kecamatan Baureno sebanyak 15 orang, wilayah Kecamatan Bojonegoro sebanyak 13 orang, wilayah Kecamatan Dander sebanyak 14 orang, dan wilayah Kecamatan Kalitidu sebanyak 4 orang.
Menurut Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, dr Whenny Dyah Prajanti, bila melihat perkembangan kasus HIV/Aids di Bojonegoro trennya cenderung meningkat. Misalnya, ia menyebutkan pada tahun 2010 temuan kasus baru HIV/Aids sebanyak 45 kasus, tahun 2011 sebanyak 64 kasus, pada tahun 2012 sebanyak 85 kasus, pada tahun 2013 sebanyak 126 kasus, dan pada tahun 2014 sebanyak 132. Dan, sejak Januari sampai September 2015 sebanyak 145 kasus.
“Kalau melihat grafiknya, kasus HIV/Aids di Bojonegoro trennya menunjukkan terus mengalami kenaikan,” ujarnya pada BBC, sapaan BeritaBojonegoro.com, Sabtu (24/10).
Ia mengimbau, bagi penderita HIV/Aids sebaiknya terus memeriksakan kondisi kesehatannya ke puskesmas atau ke rumah sakit terdekat agar mendapatkan penanganan yang baik. Masyarakat juga tidak boleh mengasingkan atau memberi penilaian negative terhadap penderita HIV/Aids ini.
“Yang harus kita musuhi adalah virusnya, tetapi bukan orangnya,” ujarnya. (mol/kik)
Foto ilustrasi www. waspada.co.id

































.md.jpg)






