Gebyar Panti Asuhan Muhammadiyah-Aisyiyah se-Jawa Timur
Masih Sedikit, Panti Asuhan di Jatim yang Terakreditasi
Minggu, 25 Oktober 2015 18:00 WIBOleh Linda Estiyanti
Oleh Linda Estiyanti
Kota - Kementerian Sosial Republik Indonesia memberikan apresiasi positif pada lembaga panti asuhan yang sudah terakreditasi tingkat nasional. Dari total 238 panti asuhan terakreditasi seluruh Indonesia, Provinsi Jawa Timur baru menyumbang 41 lembaga terakreditasi. Padahal jumlah panti asuhan di Jawa Timur itu tercatat 1.340 lembaga.
Demikian dikemukakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial RI Drs Toto Utomo Budi Santosa MSi, saat memberikan materi seminar dalam rangkaian acara Gebyar Panti Asuhan Muhammadiyah-Aisyiyah se-Jawa Timur di Aula At-Taqwa Kantor PD Muhammadiyah Bojonegoro, Jalan Teuku Umar, Minggu (25/10).
"Jumlah 41 panti asuhan di Jawa Timur yang sudah terakreditasi itu masih jauh dari harapan, apalagi di provinsi ini jumlah yang tercatat mencapai 1.340 lembaga. Karena itu kami mengingatkan lembaga-lembaga panti asuhan di Jawa Timur, khususnya Bojonegoro, bisa segera mengajukan akreditasi ke Kemensos," ujar Toto Budi Santosa di hadapan ratusan warga Muhammadiyah Jawa Timur..
Standar Nasional Pengasuhan untuk panti asuhan merupakan instrumen penting dalam kebijakan pengaturan pengasuhan alternatif untuk anak. Pengasuhan anak melalui panti asuhan perlu diatur agar tata cara dan prosedur pengasuhan yang diberikan panti sejalan dengan kerangka kerja nasional pengasuhan alternatif untuk anak. Sehingga panti asuhan dapat berperan secara tepat.
"Saat ini Kemensos sudah menyediakan lembaga akreditasi standar pelayanan dan pengasuhan untuk panti asuhan, termasuk sertifikasi pekerja sosial untuk perbaikan SDM pengurus panti," terangnya.
Toto menambahkan, pihaknya memandang peran panti asuhan sangat strategis sebagai lembaga asuhan alternatif. Selain itu juga berfungsi sebagai lembaga pencegahan karakter menyimpang pada anak, khususnya mereka yang tinggal di panti.
"Sebagai bentuk komitmen pemerintah membangun bersama lembaga masyarakat, Kemensos telah menyediakan beberapa program untuk pelayanan anak," imbuhnya.
Ketika ditemui beritabojonegoro.com, usai acara seminar, Sekjen Kemensos itu mengungkapkan, Kabupaten Bojonegoro mempunyai semangat dan kemauan yang tinggi dalam mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Termasuk adanya perhatian khusus pada lembaga panti asuhan anak.
"Upaya ini bisa menjadi rujukan daerah yang lain. Pemerintah itu mempunyai keterbatasan anggaran dalam menangani permasalahan. Sehingga melalui kegiatan ini, Kami mengucapkan terima kasih pada Muhammadiyah karena telah membantu tugas pemerintah," pungkas Toto Utomo sebelum bertolak ke Jakarta. (lyn/tap)
*) Foto acara seminar gebyar panti asuhan

































.md.jpg)






