Aneh, di Bojonegoro ini Nihil Pengidap PMS
Senin, 26 Oktober 2015 15:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Tingginya angka penderita HIV/AIDS di Bojonegoro memunculkan pertanyaan baru. Biasanya kalau angka HIV/AIDS tinggi, maka pengidap penyakit menular seksual (PMS) lainnya juga tinggi. Namun, kenyataannya di kabupaten ini tidak demikian. Karena data yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan mengenai laporan jumlah pengidap PMS malah nihil.
Penyakit menular seksual, kini dikenal dengan istilah infeksi menular seksual atau IMS, adalah penyakit atau infeksi yang umumnya ditularkan melalui hubungan seks yang tidak aman. Penyebaran bisa melalui darah, sperma, cairan vagina atau pun cairan tubuh lainnya.
Selain itu, penyebaran tanpa hubungan seksual juga bisa terjadi dari seorang ibu kepada bayinya, baik saat mengandung atau melahirkan. Pemakaian jarum suntik secara berulang atau bergantian di antara beberapa orang juga berisiko menularkan infeksi.
Beberapa penyakit menular seksual seperti gonore atau kencing nanah, sifilis, klamidia, herpes genital, kutil kelamin dan lainnya.
Hal itu diungkapkan oleh Kasi Pengendalian dan Penyakit Dinas Kesehatan Bojonegoro Dr Wenny Diah saat ditemui beritabojonegoro.com di ruangannya, Senin (26/10).
"Ketika melihat data HIV/AIDS yang muncul sebanyak ini, kemungkinan penyakit seksual lainnya juga tinggi. Namun, sampai saat ini tidak ada laporan dari Puskesmas terkait pengidap PMS itu," ujarnya.
Dia menjelaskan, nihilnya laporan dari Puskesmas bisa disebabkan karena masyarakat masih enggan untuk terbuka terhadap petugas medis. Mereka datang ke Puskemas hanya mengeluhkan rasa sakit tetapi tidak berkenan untuk diperiksa organ intimnya.
"Dalam hal ini kami masih memberikan pembinaan kepada petugas kesehatan untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat. Biasanya mereka (pasien) malu untuk diperiksa organ intimnya oleh petugas kesehatan, selain itu lokasi Puskesmas yang dekat dengan rumah," imbuhnya.
Wenny juga menyimpulkan, bagi masyarakat yang paham biasanya langsung memeriksakan diri ke rumah sakit karena merasa privasinya lebih terjaga. Pengidap pada dasarnya malu kalau ketahuan berpenyakit PMS. Sebab dia bisa disangka orang lain suka berperilaku seksual tidak sehat atau suka jajan. (ver/tap)

































.md.jpg)






