Angka Kematian Bayi di Bojonegoro Masih Cukup Tinggi
Selasa, 27 Oktober 2015 17:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota - Angka Kematian Bayi (AKB) di wilayah Kabupaten Bojonegoro masih cukup tinggi. Sejak Januari sampai September tahun ini tercatat 192 bayi meninggal saat proses kelahiran. Jumlah ini sudah melebihi target Dinas Kesehatan yang mematok pada 2015 sebanyak 102 bayi meninggal per 100 ribu kelahiran.
Menurut Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Bojonegoro Moch Isnaini, jumlah kematian bayi di Bojonegoro hingga pertengahan tahun ini memang cukup tinggi, namun angka itu masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan daerah lain. Dia menyebut, upaya pihak Dinkes selama ini cukup berhasil dalam menekan tingkat kematian bayi.
"Penyebab kematian bayi saat kelahiran kebanyakan diakibatkan keracunan saat kehamilan. Bisa juga karena kondisi tubuh ibu terganggu ketika hamil, biasanya tensi tekanan darahnya tinggi. Atau terjadi pendarahan saat hamil tua, dan kekurangan darah," terangnya kepada beritabojonegoro.com, Selasa (27/10).
Sampai saat ini, imbuh Isnaini, pihak Dinkes terus gencar melakukan berbagai upaya menekan angka kematian bayi. Upaya itu dimulai dari Polindes, pemeriksaan rutin ibu hamil, program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K), dan mempersiapkan kelahiran mulai menabung untuk bersalin.
"Boleh dibilang, kalau ada hajatan saja kita ada persiapan, apalagi kalau mau melahirkan. Harapan kita harus sampai pada target nasional dengan semakin kecil angka kematian bayi," pungkasnya. (mol/tap)

































.md.jpg)






