IPNU Bojonegoro Gelar Sarasehan Islam Nusantara
Sabtu, 31 Oktober 2015 17:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Kota - Pasca muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-33 di Jombang, Jawa Timur, wacana tentang Islam Nusantara mengemuka ke publik. Untuk itu Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Bojonegoro menggelar sarasehan dengan tema Islam Nusantara for Youth, Sabtu (31/10). Tujuannya agar kader NU, khususnya kalangan pemuda memahami esensi dari konsep Islam Nusantara yang didengungkan NU.
Sarasehan yang digelar di Griya Dharma Kusuma (GDK) itu mendatangkan narasumber Agus Syarifudin, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Mamba'ul Ulum, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro.
Di depan puluhan kader NU yang rata-rata masih muda, dia mengatakan, semestinya tidak perlu lagi mempertanyakan tentang Islam Nusantara. "Untuk apa kita mempermasalahkan sesuatu yang sejak dulu kita makan, kita ambil manfaatnya dan rasakan dampaknya," tandasnya.
Menurutnya, semua paham pasti merujuk pada Islam yang satu, yakni yang bersumber pada Al-Quran dan Hadits. Adapun ketika menapak sejarahnya Islam masuk di Indonesia, lanjutnya, mengahapi paham animisme, dan dinamisme yang sangat kuat di masyarakat. Sebab itu para penyebar Islam kala itu menyerap produk-produk budaya untuk kepentingan dakwah mereka.
Ketua PC IPNU Bojonegoro Masluhan, mengatakan, kegiatan sarasehan dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas keilmuan anggota IPNU di kota ledre. Selain itu agar komunikasi dan suasana harmonis tetap terjaga. Dia berharap, acara tersebut dapat memberi manfaat bagi anggota IPNU seluas-luasnya.
"Selain sarasehan, kita juga rangkai dengan rapat pengurus perwakilan dari 18 kecamatan," jelasnya kepada beritabojonegoro.com. (rul/tap)
*) Foto sarasehan Islam Nusantara oleh IPNU Bojonegoro

































.md.jpg)






