Salat Istisqa, Khatib Serukan Taubat Agar Hujan Turun
Rabu, 04 November 2015 15:00 WIBOleh Mujamil E. Wahyudi
Oleh Mujamil E Wahyudi
Kota - Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro, Rabu (4/11) siang tadi, menggelar salat istisqa' di lapangan Desa Sukorejo, Kecamatan/ Kabupaten Bojonegoro, dengan 3.500 jemaah. Salat tersebut dilaksanakan sekitar pukul 11.15 WIB.
Kepala Kementerian Agama Bojonegoro, Drs Achmad Munir, mengatakan, jemaah salat istisqa' terdiri dari warga Desa Sukorejo dan siswa-siswi beserta dewan guru Madrasah Aliyah Negeri 1 dan 2 Bojonegoro.
"Harapan kami, setelah melaksanakan salat istisqa' ini hujan segera turun. Tentunya hujan yang bermanfaat. Dan sekaligus mengajarkan kepada siswa siswi bagaimana praktek salat istisqa' ini," jelasnya kepada BeritaBojonegoro.com (BBC) sesaat setelah salat istisqa'.
Dalam hal ini, lanjut Munir, kemarau sangat panjang. Ia mencontohkan peristiwa kabut asap yang terjadi di hutan pulau Kalimantan, Sumatra, dan wilayah-wilayah lainnya itu adalah dampak dari kekeringan. "Musibah kabut asap adalah dampak dari kekeringan," tegas Munir.
Sementara itu, Ustadz Mudhori, dalam khotbahnya setelah salat istisqa', mengimbau dan mengajak kepada seluruh lapisan Masyarakat Bojonegoro untuk bertaubat, supaya hujan segera diturunkan. "Mari kita bersama-sama bertaubat dan memohon ampun kepada Allah, agar hujan segera diturunkan," ajaknya. (yud/moha)

































.md.jpg)






