Murid SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro Belajar Jurnalistik
Senin, 09 November 2015 09:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Kota – Dunia profesi termasuk profesi jurnalis perlu dikenalkan kepada anak-anak sejak dini. Dengan begitu, mereka akan mengenal dan mempunyai cita-cita profesi apa yang kelak ingin diraih. Dengan dasar itu, SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro mengadakan kelas khusus yang disebut kelas jurnalistik yang digelar setiap hari Sabtu.
Seperti pada Sabtu (07/11) anak-anak kelas lima SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro mengikuti kelas jurnalistik. SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro sengaja menghadirkan guru tamu atau narasumber dari praktisi atau jurnalis. Kali ini yang dihadirkan adalah Muhammad Roqib, jurnalis MNC Koran Sindo, yang juga pengurus lembaga pendidikan Kampung Sinau Bojonegoro (KSB).
Anak-anak antusias mengikuti kelas jurnalistik ini. Sebelumnya, mereka telah dikenalkan tentang fotografi yang disampaikan oleh pemateri berbeda yaitu seorang fotografer profesional. Kemudian, pada pertemuan kelas jurnalistik kedua ini anak-anak dikenalkan dengan materi jurnalistik dasar. Mereka dikenalkan dengan dunia apa itu jurnalis, apa itu media, apa itu berita, bagaimana cara menulis berita, bagaimana cara menulis opini, dan apa saja jenis berita itu.
“Menulis berita itu seperti teman-teman bercerita, berkisah. Tetapi, ceritanya atau kisahnya itu berdasarkan pada peristiwa atau fakta yang benar-benar terjadi,” ujar Muhammad Roqib, saat menyampaikan bagaimana menulis berita.
Anak-anak itu juga dikenalkan dengan teknik menulis berita. Misalnya, menulis berita itu harus menentukan sudut bahas (angle) atau tema yang menarik, memakai metode piramida terbalik atau yang dianggap penting ditaruh di atas, memenuhi unsure 5 W dan 1 H, menulis secara berimbang (cover both side), menulis secara jujur, dan menulis secara menarik, mengalir, dan komunikatif.
Muhammad Roqib juga memaparkan materi itu dengan memberi banyak contoh dan gambar-gambar tentang aktivitas jurnalis dan proses menulis serta penyajian berita. Anak-anak itu pun dengan antusias menjawab ketika diberi pertanyaan. Meski materi ini sebenarnya terbilang agak berat, tetapi karena penyampaiannya sederhana dan memberi banyak contoh, anak-anak itu pun memahami. Bahkan, mereka tertarik dan tertantang ingin tahu lebih banyak tentang jurnalistik itu.
Di akhir materi, anak-anak ditantang menulis berita yang mereka ketahui dari apa yang mereka lihat, mereka dengar, dan mereka rasakan. Anak-anak itu pun menulis dengan bersemangat. Mereka menulis berita tentang SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro yang meraih banyak prestasi membanggakan di bidang akademik dan nonakademik, tentang kejadian kecelakaan yang pernah terjadi tepat di depan sekolah itu, tentang kejadian kebakaran trafo yang pernah terjadi di sekolah itu, soal banjir yang sering melanda Bojonegoro, hingga tentang grup band sekolah yang mereka banggakan. Tema tulisan yang dipilih oleh anak-anak itu sangat menarik dan mereka mampu menulisnya dengan mengalir dan enak dibaca.
“Saya suka sekali belajar dunia jurnalis ini. Apalagi, kalau nanti jadi jurnalis bisa keliling dunia. Bisa meliput piala dunia, balap sepeda motor di luar negeri, atau liputan konser musik,” ujar Izudin Albany, siswa kelas 5 Ahmad Dahlan, usai mengikuti kelas jurnalistik.
Sementara itu menurut Dian Yunitasari SPd, guru Bahasa Indonesia SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro, mengungkapkan, anak-anak memang sengaja dikenalkan dengan dunia jurnalistik agar mereka mempunyai pengetahuan dan pemahaman tentang profesi jurnalis, media, dan jurnalistik. Dengan begitu, kata dia, mereka akan mendapatkan pengetahuan lebih mengenai dunia profesi.
Selain materi menulis berita, anak-anak juga dikenalkan dengan dunia fotografi, teknologi informasi, dan media. Ke depan, kata dia, anak-anak diharapkan bisa membuat majalah dinding (mading) sekolah yang menarik, dan juga bisa membuat majalah sekolah.
Sementara itu, lembaga pendidikan Kampung Sinau Bojonegoro (KSB) merupakan lembaga pendidikan yang berbasis masyarakat. Lembaga ini bertujuan membangun dan mengembangkan potensi anak Indonesia yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, dan mempunyai kecakapan yang mumpuni. Salah satu programnya yaitu mengenalkan dunia jurnalistik ke sekolah-sekolah di Bojonegoro. (rul/kik)
Foto kelas jurnalistik di SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro

































.md.jpg)






