Bengawan Solo Surut, Air Baku PDAM Tetap Terpenuhi
Selasa, 11 Agustus 2015 09:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Purwosari – Saat musim kemarau ini air Sungai Bengawan Solo di wilayah Bojonegoro mengalami penyusutan drastis. Meski begitu, kondisi itu tidak sampai memengaruhi pasokan air baku bagi pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Bojonegoro.
Menurut Kepala PDAM Cabang Purwosari, Ucok Widata, kondisi debit air Bengawan Solo saat ini memang menyusut drastis. Tetapi kondisi itu tidak sampai mengganggu pelayanan air minum bagi pelanggan PDAM. PDAM Cabang Purwosari mengambil dan mengolah air minum dari Sungai Bengawan Solo lalu disalurkan pada pelanggan.
“Air baku Bengawan Solo yang diambil dan diolah saat ini sebanyak 10 liter per detik. Sedangkan, pelanggan yang dilayani sebanyak 500 rumah tangga,” ujarnya.
Selain di PDAM Purwosari, PDAM lain yang mengambil air baku dari Bengawan Solo yakni PDAM Padangan, PDAM Kalitidu, PDAM Bojonegoro, dan PDAM Kanor. Sedangkan jumlah pelanggan PDAM di Bojonegoro total sebanyak 26 ribu rumah tangga.
Menurutnya, kondisi air Bengawan Solo saat musim kemarau ini juga baik. Sebelumnya, kondisi air Bengawan Solo sempat berwarna kecokelatan dan kehitaman. Air sungai terpanjang di Pulau Jawa itu diduga tercemar limbah industri dari daerah hulu sungai. (rul/kik)






































