Agar Layanan Maksimal
Kader Taman Posyandu Jangan Merangkap Jabatan
Senin, 16 November 2015 16:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Peran kader Taman Posyandu itu sangat penting. Sebab, para kader bersinggungan langsung dengan masyarakat. Sehingga mereka mengetahui secara pasti kondisi kesehatan warga sekitar. Mereka juga mengetahui jumlah peserta KB dan balita di lingkungannya. Karena itu kemampuan dan kecakapannya harus terus ditingkatkan agar layanan kepada masyarakat bisa maksimal.
Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro Dra Hj Mahfudhoh Msi saat memberi sambutan dalam acara Refreshing Kader Taman Posyandu di Ruang Angling Dharma Kantor Pemkab Bojonegoro, Senin (16/11) pagi.
“Taman Posyandu itu cakupannya meliputi tiga kegiatan, yakni Posyandu, Bina Keluarga Balita dan Pendidikan Anak Usia Dini,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Dra Hj Mahfudhoh Msi juga menyebutkan, saat ini jumlah balita gizi kurang di Bojonegoro mencapai angka 5.000 anak, dan 26 balita di Bojonegoro masuk dalam kondisi gizi buruk. Mereka harus secepatnya mendapatkan penanganan agar tidak makin parah. Karena gizi buruk ini berdampak pula pada kemampuan bertahan hidup anak dan kecerdasannya nanti.
“Untuk memantau kondisi itu Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro telah membuat inovasi dengan Kartu Posyandu Sehat. Kartu ini terbagi dalam tiga sasaran, yakni balita, ibu hamil dan lansia,” tuturnya.
Dia berharap, para kader Taman Posyandu tidak merangkap jabatan. Misalnya, kader PAUD sekaligus juga Kader BKB. Hal ini agar kinerja bisa maksimal. Selain itu ke depannya Badan PPKB agar menyiapkan kader KB di lapangan yang bermitra dengan kader Taman Posyandu.
Disampaiakn pula, target Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro pada 2015 ini akan membentuk kurang lebih 1.500 Taman Posyandu di seluruh wilayah Bojonegoro. Namun sampai saat ini baru terbentuk 675 unit Taman Posyandu. (ver/tap)
*) Foto ketua tim penggerak PKK kabupaten bojonegoro

































.md.jpg)






