Gladi Bersih Senam Anti Korupsi Banyak Dikeluhkan Peserta
Rabu, 18 November 2015 12:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota - Gladi bersih Senam Anti Korupsi yang digelar oleh Forum Inklusi Kabupaten Bojonegoro berjalan tepat waktu, pukul 07.00 WIB pagi hari ini, Rabu (18/11). Tidak memakan waktu banyak, satu jam kemudian, pukul 08.00 WIB, gladi selesai dan para peserta langsung kembali untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar di sekolah masing-masing.
Pelaksanaan gladi bersih ini diikuti oleh sekitar 4000 siswa Sekolah Dasar (SD) dari seluruh Kecamatan di Bojonegoro. Meski demikian, kegiatan ini menyisakan beberapa keluhan dari para peserta.
Seperti yang diungkapkan oleh salah satu guru yang tidak berkenan disebutkan namanya ini, dia mengeluh karena ternyata acaranya hanya gladi bersih. Menurut dia, kalau hanya gladi bersih tidak perlu melibatkan semua peserta yang akan ikut pada pelaksanaan senam hari Jum’at nanti.
Seorang kepala sekolah, yang juga tidak berkenen menyebutkan nama, juga menyampaikan keluhannya. Dia mengaku sampai lokasi pada pukul 08.00 WIB, saat gladi sudah selesai, sehingga dia harus pulang bersama rombongannya. “ Saya dan murid-murid saya datang di stadion pukul 08.00 WIB, namun sampai di stadion acara sudah selesai, langsung kembali lagi,” katanya.
Dia mengeluhkan kenapa hanya gladi kok harus mengerahkan seluruh SD, sementara sekolah harus mengorbankan jam belajar. “Belum lagi kami repot menyiapkan pemberangkatan. Kenapa kami bisa terlambat itu karena harus mencari dan menyewa kendaraan. Sampai di stadion kok langsung disuruh kembali. Untuk sewa mobil apakah tidak butuh biaya? Apakah tidak ada penggantinya?” keluhnya serius.
Ketua Forum Inklusi H. Sukarni mengatakan, acara kegiatan ini dimulai jam 7 dan selesai jam 8. Peserta yang datang telat, langsung kembali karena harus melanjutkan kegiatan belajar mengajar di sekolah masing-masing, sama dengan yang tidak telat, sebab sekolah tidak diliburkan. “Dan memang acaranya hanya gladi bersih Senam Anti Korupsi saja,” katanya.
H. Sukarni menambahkan, dalam kegiatan ini untuk meraih rekor MURI ini tidak disediakan dana untuk para peserta. “Memang dari Forum Inklusi tidak ada dananya, sehingga sekolah menggunakan dana pribadi untuk menyewa mobil dan minuman untuk peserta,” terangnya. (mol/moha)

































.md.jpg)






