Kebutuhan Darah di Bojonegoro Makin Tinggi
Rabu, 18 November 2015 22:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Kebutuhan akan darah rupanya semakin tinggi. Untuk tahun ini saja Bojonegoro rata-rata membutuhkan 70 kantong darah per harinya untuk melayani permintaan dari rumah sakit. Jadi setu bulannya Bojonegoro membutuhkan sekitar 2100 kantong darah.
Berdasarkan data yang diterima oleh BeritaBojonegoro.com kebutuhan darah di Bojonegoro paling tinggi pada bulan September adalah bagian penyakit dalam yaitu sekitar 1021 kantong. Sedangkan untuk bagian bedah 172 kantong, bagian kebidanan 160 kantong, bagian anak dan yang lain 12 kantong.
Namun tidak semuanya membutuhkan darah utuh (whole blood). Mengacu pada data September paling banyak yang dibutuhkan adalah sel darah merah sebanyak 1154 kantong.
Sebagai penyedia stok darah, PMI Bojonegoro terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi Bojonegoro. Salah satunya adalah dengan menyediakan alat pemisah sel darah dari darah keseluruhan (whole blood).
Bila dulu PMI masih meminta dari Surabaya untuk kebutuhan sel darah, maka kali ini PMI Bojonegoro mampu melayaninya. PMI mendapat bantuan dari Pemkab Bojonegoro untuk membeli alat pemisah sel senilai Rp850 juta. Alat pemisah sel trombosit ini dinamakan Trombosit Sentrufuge Refrigenarator. Fungsinya adalah memsihakan darah utuh menjadi tiga
bagian yaitu Plasma Darah, Sel darah Merah (eritrosit), Trombosit.
Dr. Ahmad Hernowo selaku Direktur Unit Donor Darah PMI Kabupaten Bojonegoro mengatakan bahwa tidak semua pasien membutuhan darah utuh. "Pada pasien Demam Berdarah tidak bisa ditranfusi darah utuh, karena yang dibutuhkan adalah trombosit. Berbeda dengan pasien leukimia, kebutuhannya adalah sel darah merah."
Pada alat pemecah darah ini, darah yang berada di dalamnya digerakkan dengan kecepatan tertentu. Tujuannya adalah agar sel-selnya tidak menempel di kantong karena menyebabkan rusaknya darah.
Melihat tingginya kebutuhan darah di Bojonegoro, Dr. Hernowo menghimbau kepada masyarakat untuk ikut mendonorkan darahnya. "Bagi generasi muda yang sudah berusia 17 tahun bisa ikut mendonorkan darahnya ke PMI. Donor darah itu membuat sehat, dan mmenumbuhkan jiwa sosial.". (ver/kik)
ilustrasi foto www.okezone.com

































.md.jpg)






