Langit Tobo Hadiri Workshop Pengembangan Budaya Baca di Jember
Jumat, 18 Desember 2015 11:00 WIBOleh Mujamil E. Wahyudi
Oleh Mujamil E Wahyudi
Kota – Komunitas penggerak baca dan karya, Langit Tobo, mengikuti kegiatan Workshop Program Pengembangan Budaya Baca dan Sinergi Percepatan Penuntasan Tuna Aksara Kabupaten Jember di Hotel Aston, Kota Jember. Workshop ini diselenggarakan selama tiga hari yakni Kamis-Sabtu (17-19 Desember 2015).
Langit Tobo adalah komunitas penggerak baca dan karya yang selama ini menjalankan kegiatan di sekitar ladang minyak dan gas bumi (migas) Banyu Urip Blok Cepu di Bojonegoro. Komunitas Langit Tobo setiap bulan mengadakan kegiatan kenduri yang berisi diskusi, bedah buku, dan kajian dengan tema-tema tertentu. Selain itu, komunitas ini juga membuka perpustakaan Tepi Bengawan Solo yang menyediakan berbagai buku bacaan bagi anak-anak yang tinggal di tepian Bengawan Solo.
Karena kiprahnya itu, Langit Tobo menerima undangan Workshop Pengembangan Budaya Baca Masyarakat yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat.
Ketua Langit Tobo, Nasruli Chusna, hadir dalam kegiatan workshop tersebut. Ia menuturkan, kegiatan workshop ini diikuti oleh 47 taman bacaan masyarakat (TBM) se Jawa Timur. Selain itu, kata dia, juga diikuti oleh perwakilan dari dinas pendidikan dan pusat kegiatan belajar masyarakat.
“Kegiatan workshop ini merupakan bagian dari gerakan Indonesia membaca,” tuturnya.
Menurutnya, sejumlah narasumber kompeten hadir dalam workshop tersebut di antaranya Supriyanto dari Perpustakaan Nasional, Alibi dari Kemendikbud, dan Ketua Taman Bacaan Masyarakat (TBM) nasional Venayaksha.
“Sesuai rencana pada hari Sabtu (19/12) akan diadakan deklarasi gerakan Indonesia membaca di Jember,” ujarnya. (yud/kik)

































.md.jpg)






