KOHATI Gelar Seminar Peran Ibu Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak
Rabu, 23 Desember 2015 15:00 WIBOleh Piping D. Permadi
Oleh Piping D. Permadi
Kapas - Korps HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Wanita (KOHATI) Cabang Bojonegoro mengadakan seminar '' Ibuku Perisaiku hari ini, Rabu (23/12) pukul 10.00 WIB di Pendapa Kecamatan Kapas. Seminar tersebut digelar dalam rangka peringatan Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember kemarin.
Seminar tersebut diikuti oleh sekitar 65 peserta dari kader PKK seKecamatan Kapas dan dibuka oleh Camat Kapas Drs Sukirno. Sementara Kepala Disnakertransos Pemkab Bojonegoro Adie Witjaksono hadir sebagai narasumber bersama Kapolsek Kapas AKP Ngatimin.
Dalam pemaparan materinya, Adie Witjaksono mengatakan kekerasan yang terjadi pada perempuan di Bojonegoro ini juga terjadi di mana-mana, termasuk dialami para TKI. “Banyak juga para TKW di luar negeri yang menjadi korban kekerasan. Mereka biasanya berangkat menjadi TKW dengan latar belakang pendidikan yang kurang dan tuntutan ekonomi,” katanya.
Hal itu, lanjut Adie, turut memengaruhi tingkat kekerasan dimana perempuan menjadi objeknya. Angka kekerasan masih tinggi meskipun perempuan sekarang sudah lebih maju daripada dahulu. “Perempuan saat ini sudah berbeda dengan yang dahulu. Sekarang ini bahkan banyak perempuan yang menjadi kepala daerah. Tapi tetap saja perempuan fisiknya lebih lemah,” kata Adie menerangkan. Pada intinya, Adie ingin menyampaika pentingnya tingkat pendidikan pada perempuan.
Sementara Kapolsek Kapas AKP Ngatimin memberikan contoh kasus pelecehan terhadap gadis di bawah umur yang belakangan terjadi di Desa Kedaton, Kecamatan Kapas. “Kasus tersebut memberikan peringatan kepada kita akan pentingnya peran orang tua terlebih seorang ibu sebagai perisai bagi keluarganya,” begitu AKP Ngatimin menjelaskan.
Sementara Kabid Advokasi P3A Titin Murtafi’ah bicara tentang pentingnya orang tua apalagi ibu untuk mengikuti perkembangan teknologi. Sebab, kata dia anak-anak sekarang sudah begitu akrab dengan teknologi di media sosial. Kejahatan dan kekerasan pada anak bisa muncul dari hubungan melalui media sosial. (ping/ moha)

































.md.jpg)






