Dinas PU Kesulitan Data SD yang Rusak Berat
Jumat, 14 Agustus 2015 19:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh : Mulyanto
Bojonegoro – Pembangunan Sekolah Dasar di Bojonegoro dari tahun 2013 sampai 2015 sudah terrealisasi sebanyak 111 sekolah, dengan rincian tahun 2013 sebanyak 15 sekolahn tahun 2014 sebanyak 26 sekolah dan tahun 2015 sebanyak 70 sekolah.
Sumber dana yang dipergunakan untuk pembangunan sekolah tersesbut ada yang berasal dari Dana Bagi Hasil Migas (DBHM) dan ada yang berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU).
Selama ini, dana DBHM, di utamakan untuk membangun sekolah yang berada di Ring 1,2 dan 3. Sedangkan untuk sekolah yang berada di luar ring mingas, pembangunannya menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU).
Pada tahun ini, Dinas PU menargetkan DBHM untuk membangun 70 paket pekerjaan, dengan total senilai Rp 33 miliar. Sedangkan Dana Alokasi Umum (DAU) dialokasikan untuk membbangun 45 paket pekerjaan, senilai Rp23 miliar.
Kabid Pembangunan Gedung, David Yudha Prasetya mengatakan "Pembangunannya masih kita fokuskan untuk sekolah yang berada disekitar ring 1, 2 dan 3 wilayah pengeboran,"
Pihaknya mengaku masih kuwalahan dalam melakukan pembangunan gedung sekolah dasar (SD) yang mengalami rusak berat, karena sebelumnya Dinas PU tidak memiliki data yang akurat, berapa sekolah dasar yang mengalami rusak berat.
Sebab, kata dia, pembangunan gedung sekolah baru dikelola oleh Dinas PU tiga tahun terakhir. Sebelumnya dikelola sendiri oleh Dinas Pendidikan. Kendalanya adalah, ada banyak data yang diberikan UPT Dinas Pendidikan, ada juga yang datanya tidak sesuai.
Dinas PU akan segera membangun dengan pertimbangan seperti tingkat kerusakan, jumlah siswa dan jarak sekolah dengan perkampungan," terangnya.[mol/inc]

































.md.jpg)






