GP Ansor Adakan Workshop Deradikalisasi Agama
Sabtu, 26 Desember 2015 19:00 WIBOleh Linda Estiyanti
Oleh Linda Estiyanti
Dander - Dalam rangka menjaga stabilitas kerukunan dan toleransi umat beragama, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Cabang Bojonegoro mengadakan workshop Deradikalisasi Agama dan Pelatihan Kader (PKD) di aula Balai Latihan Kerja (BLK) Bojonegoro, Sabtu (26/12).
Workshop yang dibuka pukul 09.00 WIB dihadiri kurang lebih 100 kader muda NU. Acara ini menghadirkan narasumber Ketua PC NU Bojonegoro dr Kholid Ubeid, PW GP Anshor Jawa Timur Hasan Bisri, dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro Sunjani.
Ketua Panitia Pelaksana Mustakim, mengungkapkan, pelaksanaan kegiatan workshop tersebut dilatar belakangi oleh adanya ajaran-ajaran Islam semakin ekstrim yang mengancam persatuan dan kerukunan umat beragama.
"Kader NU harus mampu menangkal deradikalisasi agama sebagaimana ajaran Aswaja. Selain itu juga mampu menyampaikam dakwah secara sejuk di masyarakat," terang Mustakim.
Pada kesempatan yang sama, Ketua GP Ansor Cabang Bojonegoro Abdulloh Faizin, menyampaikan, workshop Deradikalisasi Agama dan PKD tersebut penting untuk menambah wawasan dan pengetahuan kader NU.
"Kaderisasi harus terus berjalan. Karena apabila kaderisasi mandek secara kultur maupun struktur, lima tahun kedepan saja, NU bisa punah," tandas Abdulloh Faizin.
Harapannya, GP Ansor sebagai salah satu organisasi pemuda badan otonom (banom) NU mampu meneruskan dan melestarikan Islam dengan paham Aswaja yang kaya akan toleransi dan tidak radikal. "Dengan kaderisasi, akan terus ada penerus di tingkatan pemuda Nahdliyin memperjuangkan toleransi beragama," ujarnya.
Setelah dibuka Ketua PC NU Bojonegoro dr Kholid Ubeid, acara dilanjutkan pelaksanaan workshop dan PKD yang diikuti sekitar 60 kader. (lyn/tap)

































.md.jpg)






