Peduli PKL, PMII Unigoro Bagikan Alas Duduk
Minggu, 27 Desember 2015 10:00 WIBOleh Linda Estiyanti
Oleh Linda Estiyanti
Kota - Mahasiswa selalu mempunyai kreativitas tersendiri dalam menyampaikan sebuah gagasan maupun idealisme yang bebas tanpa batas melalui berbagai aksi. Diantara aksi-aksi tersebut, aksi sosial menjadi pilihan belasan mahasiswa Unigoro yang tergabung dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Minggu (27/12).
Pagi tadi, sekira pukul 09.00 WIB, Pengurus Komisariat PMII Unigoro menggelar aksi sosial di seputaran Alun-alun Bojonegoro. Aksi tersebut dilatar belakangi oleh adanya kebijakan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Di mana kebijakan tersebut masih dirasa berat untuk para PKL.
Koordinator aksi, Redy Antoro, kepada beritabojonegoro.com menyampaikan bahwa aksi ini merupakan wujud nyata kepedulian PMII Unigoro kepada nasib para PKL yang terkena relokasi di seputaran alun-alun kota Bojonegoro. "Ini wujud peduli PMII kepada para PKL," ujar Redy (Minggu, 27/12).
Aksi tersebut dimulai dengan membagikan belasan banner bekas kepada para pedagang di seputaran alun-alun kota. Harapannya, banner tersebut dapat dijadikan alas duduk (lesehan) sehingga mampu menjaga semangat berdagang para PKL meskipun terkena relokasi.
"Selain bagi-bagi banner, kita juga sedikit diskusi langsung di lapangan terkait relokasi PKL di terminal dan pasar hewan," tambah Redy Antoro, yang juga anggota PMII Unigoro dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.
Sementara itu, Ketua Komisariat PMII Unigoro, Muhammad Alfian mengungkapkan bahwa pihaknya telah mencoba menjalin komunikasi aktif kepada PKL di lapangan. "Harapannya penetapan relokasi PKL ini nantinya tidak mengurangi ghiroh para pedagang," ujar Alfian.
Sebagaimana pantauan BBC di lapangan, meskipun kebijakan relokasi PKL ini sudah ditetapkan, masih banyak PKL yang terus kembali berjualan dan membuka lapak di seputaran alun-alun. (lyn/moha)

































.md.jpg)






