Sarasehan Sejarah Bojonegoro
Kenalkan Sejarah Bojonegoro Kepada Guru dan Pelajar
Kamis, 31 Desember 2015 20:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota - Jasmerah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Pidato Presiden Pertama RI Soekarno itu sudah cukup menjadi latar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro menggelar sarasehan sejarah Bojonegoro, Kamis (31/12). Sarasehan sejarah digelar di Ruang Angling Dharma Kantor Pemkab Bojonegoro.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro Amir Syahid, mengungkapkan, kegiatan sarasehan sejarah Bojonegoro diikuti guru sejarah dijenjang pendidikan SMP dan SMA se-Kabupaten Bojonegoro. Selain itu ada peserta dari pelajar yang mewakili sekolah masing-masing.
Narasumber pasa sarasehan sejarah kali ini, lanjut Amir Syahid, adalah KH Zaenuri Al Yusak Mustarom, seorang Imam Masjid Besar Nurul Huda, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. Selain itu juga disampaikan hasil penelusuran jejak sejarah Bojonegoro oleh Tim Ekspedisi.
"Harapan terbesar adalah bagaimana generasi muda Bojonegoro mengetahui tentang sejarah Bojonegoro dari masa ke masa," harapnya.
Wakil Bupati Bojonegoro Drs H Setyo Hartono MM, dalam sambutannya menyampaikan, pengenalan sejarah Bojonegoro kepada kaum muda, khususnya para pelajar, dinilai sangat tepat. Apalagi belakangan ini, kaum muda banyak yang tidak mengenal budaya dan sejarah bangsanya sendiri.
"Untuk Bojonegoro ini ada sejarah tentang Angling Dharma dan Kerajaan Malawapati, meskipun sampai saat ini masih ada beragam cerita," ujarnya.
Namun demikian, sejarah itu bisa terus dikaji dan dilakukan riset untuk menguji kebenarannya. Di sekolah seyogyanya tidak hanya diajarkan tentang sejarah dunia dan sejarah nasional, kalau bisa disisipkan pula sejarah lokal setempat.
"Harus diingat bahwasannya mengetahui sejarah itu sangat penting. Karena dengan sejarah, kita bisa introspeksi diri, sekaligus pengalaman yang sangat berharga," pesan Wabup.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan buku laporan hasil penelusuran jejak sejarah Bojonegoro oleh Tim Ekspedisi oleh Qohar Mahmudi dan buku Inspirasi Bojonegoro disusun Djanggleng Institute oleh Anas Abdul Ghafur kepada Wakil Bupati Bojonegoro. (mol/tap)

































.md.jpg)






