Komisi D DPRD Bojonegoro Evaluasi Kinerja PU SDA 2025 dan Rencana Kerja 2026
Kamis, 12 Februari 2026 18:30 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Komisi D DPRD Kabupaten Bojonegoro menggelar rapat kerja bersama Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) pada Rabu (11/02/2026). Agenda utama rapat tersebut adalah mengevaluasi capaian kinerja tahun anggaran 2025 sekaligus membahas prioritas program kerja untuk tahun 2026.
Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro, Imam Solikin, menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan wujud pelaksanaan fungsi pengawasan legislatif terhadap pelaksanaan program perangkat daerah, khususnya di bidang pengelolaan sumber daya air.
“Sektor pengelolaan air memiliki posisi sangat penting dalam mendukung ketahanan pangan melalui pertanian, pengendalian banjir, serta penyediaan air bersih secara berkelanjutan di wilayah kita,” kata Imam Solikin.
Dalam diskusi tersebut, anggota Komisi D menyampaikan berbagai masukan dan catatan kritis. Fokus utama meliputi upaya mempercepat penyerapan anggaran, mempercepat eksekusi proyek, serta meningkatkan standar kualitas infrastruktur air agar dampaknya benar-benar terasa oleh masyarakat luas.
Rapat ini juga menyoroti secara khusus pada Proyek Bendungan Karangnongko. Di mana Salah satu isu yang paling menonjol adalah perkembangan pengadaan lahan untuk pembangunan Bendungan Karangnongko. Hingga saat ini, masih ada 44 bidang tanah yang belum diselesaikan pembebasannya.
Berdasarkan paparan dalam rapat, proyek bendungan tersebut memiliki pagu anggaran sekitar Rp25 miliar, namun realisasi fisik baru mencapai 46 persen. Artinya, masih tersisa sekitar Rp13 miliar anggaran yang belum terserap.
Selain Bendungan Karangnongko, beberapa proyek strategis lain di tahun 2025—seperti penanganan tebing longsor di Rondo Mori dan Sarirejo dengan nilai puluhan miliar—juga dinilai belum berjalan optimal.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PU SDA Bojonegoro, Helmy Elisabeth, mengakui adanya sejumlah kendala teknis di lapangan yang menghambat penyelesaian sejumlah pekerjaan pada tahun lalu.
“Benar, ada beberapa kegiatan yang tidak bisa kami rampungkan tepat waktu karena berbagai kendala teknis di lapangan,” ujar Helmy Elisabeth secara terbuka.
Selain evaluasi, rapat juga membahas rencana kerja tahun 2026. Fokus utama Dinas PU SDA diarahkan pada peningkatan kualitas layanan infrastruktur air, penguatan sistem pengendalian banjir, serta dukungan maksimal bagi sektor pertanian melalui program pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi secara masif.
Komisi D DPRD Bojonegoro menegaskan komitmen kuat untuk terus mengawal setiap program Dinas PU SDA agar berjalan efektif, tepat sasaran, dan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat. Pengawasan akan dilakukan secara berkelanjutan agar anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat optimal bagi warga Bojonegoro.(red/toh)
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir































.md.jpg)






