Pasca Penertiban PKL di Jalan Ahmad Yani
PKL: Pemerintah Harus Ada Solusi, Jangan Hanya Mengusir
Selasa, 12 Januari 2016 13:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Kota - Pedagang kaki lima (PKL) tidak pernah berhenti jadi sorotan. Kehadiran PKL selalu menjadi pro kontra di masyarakat. Bagi PKL, menjajakan dagangan di pinggir jalan menjadi solusi terakhir, akibat keterbatasan modal.
Sementara disisi lain, banyak yang menilai keberadaan PKL membuat kondisi lingkungan kurang rapi dan terampasnya hak pejalan kaki. Alasan inilah yang kerap dijadikan dasar penertiban PKL. Seperti penertiban PKL di sepanjang Jalan Ahmad Yani pada Senin (11/01) siang kemarin.
(baca juga: PKL di Jalan Ahmad Yani Ditertibkan Satpol PP)
Pasca penertiban di Jalan Ahmad Yani itu menyisakan keluhan dari para PKL. Terutama mereka yang buka lapak di lokasi penertiban tersebut. Pada dasarnya mereka meminta pemerintah daerah memberikan solusi bagaimana sebaiknya PKL berjualan.
Abdullah (33), seorang PKL asal Kecamatan Kalitidu yang sehari-hari berdagang buah di pinggir Jalan Ahmad Yani, mengungkapkan, para PKL itu janganlah terus diusir dari tempatnya mencari penghasilan. Pemerintah perlu memberikan solusi, misalnya dengan membuat kawasan penataan PKL yang strategis, baik dari aspek pasar maupun tata ruang kota.
''Kami di sini rakyat kecil yang hanya mampu berjualan di pinggir jalan. Mestinya pemerintah ada solusi bagi kami,'' ujarnya.
Dia mengaku berdagang di pinggir jalan merupakan pilihan terakhir. Sebab, dirinya tidak memiliki tempat berjualan yang pasti, misalnya di pasar atau toko. ''Untuk sewa stand juga mahal,'' keluhnya.
Hal senada diungkapkan Suripah (40), pedagang asal Kecamatan Kapas. Bahkan hari ini dia masih tetap berjualan di lokasi yang Senin kemarin sempat dirazia petugas Satpol PP. ''Lha, mau bagaimana lagi, Mas. Kalau tidak berjualan ya tidak dapat uang,'' ujarnya dengan nada keluhan.
Disinggung apakah tidak takut dirazia lagi, Suripah hanya mengatakan bahwa dirinya tidak ada pilihan lain, selain tetap berjualan. Jika kena razia itu sudah resiko pedagang kaki lima. "Kami tidak punya pilihan lagi, Mas," ungkapnya.
Namun dia tetap berharap agar pemerintah daerah memperhatikan pedagang seperti dirinya. Pemerintah harus memberikan solusi jika tidak boleh berjualan di pinggir jalan. "Jangan hanya melarang, tetapi juga mesti ada solusi supaya kami bisa tetap berjualan,'' tandasnya. (pin/tap)












































.md.jpg)






