Pemkab Bojonegoro Gelar Gerakan Pangan Murah di Sugihwaras
Rabu, 20 Mei 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Akses terhadap bahan pangan dengan nominal yang terjangkau terus diupayakan oleh jajaran pemerintah daerah demi menjaga keseimbangan daya beli warga di tingkat akar rumput. Selain memberikan stimulus ekonomi secara langsung, intervensi pasar ini juga dirancang sebagai langkah taktis dalam meredam lonjakan harga komoditas esensial yang kerap memicu keresahan sosial. Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dipusatkan di Pendopo Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaras pada Selasa (19/05/2026) kemarin.
Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibanding harga pasar. Beberapa komoditas yang disediakan antara lain Minyakita seharga Rp15.000 per liter, telur ayam ras Rp22.500 per kilogram, gula pasir Rp16.500 per kilogram, serta beras SPHP yang dilepas dengan harga Rp57.500 per kemasan 5 kilogram. Tidak hanya itu, stan pasar murah tersebut juga menyediakan bumbu dapur dan sayuran dengan harga miring, seperti bawang putih Rp6.000 per seperempat kilogram, bawang merah Rp8.000 per seperempat kilogram, cabe campur Rp5.000 per pak, hingga tomat yang dijual Rp2.000 per pak.
Kehadiran program intervensi ini dinilai menjadi instrumen krusial dalam memitigasi fluktuasi harga komoditas pangan yang rawan bergejolak di tingkat pedagang eceran. Kepala DKPP Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat. Gerakan Pangan Murah ini tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih murah, tetapi juga menjadi upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah. Beliau menambahkan, “Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Zaenal Fanani.
Guna memastikan asas keadilan dan pemerataan jangkauan manfaat program, pihak dinas terkait berencana memetakan kembali wilayah-wilayah strategis lainnya untuk penyelenggaraan agenda serupa pada masa mendatang. Langkah proaktif ini diambil agar efek positif dari stabilisasi harga dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga di berbagai kecamatan. Beliau menekankan, “Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama dalam menjaga ketahanan pangan dan memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang terjangkau,” tambahnya.
Melalui konsistensi pelaksanaan pasar murah ini, struktur perekonomian di tingkat daerah diharapkan dapat tumbuh lebih solid dan tahan terhadap tekanan faktor eksternal. Ketersediaan stok yang melimpah dipadukan dengan harga yang rasional menjadi kunci utama dalam merawat ketenangan batin masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari. Berjalannya Gerakan Pangan Murah ini secara berkala optimis mampu mempertahankan daya beli masyarakat tetap terjaga serta memberikan dampak positif terhadap stabilitas ekonomi daerah secara makro.






































