PMII Harus Bisa Cetak Ilmuwan Sekaligus Petarung Jalanan
Minggu, 24 Januari 2016 19:00 WIBOleh Linda Estiyanti
Oleh Linda Estiyanti
Kota - Organisasi kemahasiswaan itu harus mampu menjawab problematika yang ada di masyarakat. Selain mencetak seorang ilmuwan atau cendekiawan yang hebat, organisasi mahasiswa juga harus mampu membentuk petarung jalanan. Untuk itu organisasi mahasiswa, dalam hal ini PMII, perlu menjadi analisator wacana yang kritis sekaligus dinamis.
Pemikiran itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Ahmad Sunjani Zaid dalam acara diskusi Pra Rakercab di Kantor Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro, Jalan Pondok Pinang, Kota Bojonegoro, Minggu (24/01).
"Perlu dibangun sinergitas program internal PMII yang produktif dan lebih berkualitas. PMII harus menjadi analisator wacana, sekaligus mengoptimalkan gerakan kembali ke kampus," ujar pria yang juga Ketua Mabincab PMII Bojonegoro tersebut.
Dalam acara diskusi pra rapat kerja cabang pengurus PMII Bojonegoro masa khidmat 2015-2016 itu juga hadir sebagai pembicara Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Bojonegoro (Aspertib) Hasan Bisri. Tampak hadir puluhan kader PMII dari pengurus cabang, komisariat, dan rayon 6 kampus di Bojonegoro.
Hasan Bisri, selaku Ketua Aspertib, menyampaikan, perlunya sinergitas organ PMII dengan pihak perguruan tinggi. "Sebenarnya PMII adalah aset kampus dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, jadi harus berjalan selaras dan harmonis. Yakni mampu menjadi promotor kampus dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan," katanya.
Sebelumnya, Ketua Umum PC PMII Bojonegoro Ahmad Syahid, menyatakan, diskusi pra rakercab ini dimaksudkan untuk membekali kader terkait materi yang akan dibahas dalam rakercab. Sehingga harapannya nanti lebih mempertajam arah gerakan PMII satu tahun ke depan, baik dalam konteks kaderisasi, analisa wacana, maupun distribusi kader.
"Satu tahun ke depan, kita berorientasi pada penajaman intelektual dan gerakan jalanan di Bojonegoro, sehingga mampu menjadi trendsetter gerakan mahasiswa. Kita juga bersinergis dengan kampus dalam menanamkan jiwa nasionalisme dan religius mahasiswa, tanpa meninggalkan semangat mengontrol kebijakan pemerintah," tandasnya.
Usai diskusi, Nuzulul Furqon, selaku Ketua Komisariat IKIP PGRI Bojonegoro, mengatakan, sangat mengapresiasi acara diskusi pra rakercab itu. Paling tidak, gagasan yang muncul dalam diskusi dapat menjadi pijakan pengurus cabang satu tahun ke depan. "Semoga ini menjadi langkah taktis dan strategis untuk memperbaiki organisasi," ujarnya. (lyn/tap)

































.md.jpg)






