49.445 Siswa SMA/SMK/Aliyah Terima Dana Rp2 Juta
Sabtu, 20 Februari 2016 09:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota – Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro berencana mencairkan dana pendidikan untuk siswa SMA/SMK/Aliyah. Masing-masing siswa akan mendapatkan dana sebesar Rp2 juta per tahun atau lebih besar dibandingkan dengan tahun 2015 yang hanya sebesar Rp500.000. Jumlah siswa SMA/SMK/Aliyah di Bojonegoro sebanyak 49.445.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Hanafi, saat ini pihaknya sedang menyiapkan administrasi dan payung hukum pencairan dana tersebut. Rencananya, uang sebesar itu akan dicairkan melalui dua model. Pertama pencairan uang Rp 1 juta diberikan langsung dan sisanya melalui rekening siswa.
“Dana sudah kami siapkan, sekarang masih menyiapkan administrasinya dan regulasi, termasuk apa saja uang tersebut harus digunakan oleh siswa,” ujarnya, kemarin.
Kepala Bidang Pendidikan SMP/SMA/SMK, Puji Widodo menambahkan, pemberian dana itu dimaksudkan agar anak-anak di Bojonegoro selepas lulus SMP mau meneruskan ke SMA/SMK/Aliyah sebagai tujuan menuju program wajib belajar 12 tahun.
“Sekarang ini kan program wajib belajar sembilan tahun sudah tuntas, tinggal menuju wajib belajar 12 tahun. Nah, pemberian dana arahnya ke sana,” tuturnya.
Ia menyebutkan, dana yang nanti diberikan itu harus digunakan siswa untuk kebutuhan pendidikan. Misalnya, membeli sepatu, akomodasi transportasi dari rumah ke sekolah, beli buku, serta untuk kebutuhan internet dalam rangka mengerjakan tugas sekolah.
Apakah ada sanksi jika penggunaan dana tak sesuai? Puji tidak mengungkapkan secara tegas. Namun, agar dana itu bermanfaat bagi pendidikan siswa, pihak Dinas Pendidikan akan gencar sosialisasi dan memonitoring penggunaannya.
“Yang jelas dana untuk kepentingan pendidikan,” sebutnya.
Pencairan dana itu nantinya melalui pemerintah desa masing-masing domisili siswa. Ada perbedaan pencairan dibanding tahun lalu yang dilakukan secara tunai, sekarang model pencairan lewat tabungan siswa. Tahun lalu, pihak pemerintah desa mencairkan dengan syarat orang tua siswa harus melunasi pajak bumi dan bangunan dulu.
“Anak-anak sudah proses membuka rekening. Harapan dengan dana masuk ke rekening supaya tidak diselewengkan. Sudah kami sosialiasaikan melalui siswanya sendiri dan pihak sekolah,” terangnya.
Puji memaparkan, sesuai arahan Bupati Bojonegoro, Suyoto, pencairan dana pendidikan untuk siswa SMA dilakukan pada akhir Februari atau awal Maret. Tahun ini, jumlah siswa setingkat SMA di Bojonegoro ada 49.445 anak. (mol/kik)











































.md.jpg)






