Makanan Tambahan Anak Sekolah Dibagikan Mulai Maret
Selasa, 23 Februari 2016 15:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota - Peningkatkan asupan gizi sangat penting bagi anak usia sekolah. Dengan asupan gizi yang seimbang, anak akan tumbuh dan berkembang optimal. Selain itu juga perlu didukung perubahan perilaku hidup bersih dan sehat sehingga dapat mendorong minat dan kemampuan belajar anak.
Hal itu mengemuka dalam sosialisasi Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) yang dilakukan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Bojonegoro di Pendapa Malowopati, Selasa (23/02).
Dalam acara yang dibuka Asisten II Setyo Yuliono tersebut hadiri 273 undangan terdiri 31 kepala desa, 121 kepala sekolah TK/RA dan SD/MI, 22 kecamatan, 31 anggota PKK Desa, 22 Kepala Puskesmas, Kasi PMD dan Dinas terkait lainnya.
Kepala BPMPD Drs EC Djumari, mengatakan, Program Makanan Tambahan Anak Sekolah merupakan gerakan nasional yang dilaksanakan di Taman Kanak-Kanak atau Raudlatul Athfal (TK/RA) dan Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), baik negeri maupun swasta yang ditetapkan pemerintah.
"Program dilaksanakan dalam rangka meningkatkan asupan gizi dan perubahan perilaku peserta didik dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat," ujarnya.
Djumari menambahkan, perbaikan asupan gizi anak sangat penting untuk meningkatkan kesehatan fisik, minat dan kemampuan belajar, dalam rangka menghasilkan Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif.
Jenis makanan tambahan yang disajikan tidak harus berupa makanan lengkap. Bisa saja hanya berupa makanan kudapan kecil. Namun, tetap memperhatikan aspek mutu, cita rasa dan keamanan pangan.
"Program makanan tambahan harus menggunakan hasil pertanian setempat. Tidak dibenarkan menggunakan bahan makanan produk pabrik atau industri," tandas Djumari.
dengan mengandung energi minimal 300 kalori dan 5 gram protein untuk setiap anak dalam setiap hari pelaksanaan PMT-AS.
Dijelaskan pula, dalam kegiatan PMT-AS, makanan kudapan akan dibagikan 4 kali dalam seminggu pada hari efektif sekolah. Kalau dinominalkan kudapan itu senilai Rp 3.000. Selain itu untuk sekali pemberian makanan mesti mengandung energi minimal 300 kalori dan 5 gram protein untuk setiap anak.
"Program pemberian makanan tambahan anak sekolah berupa kudapan ini akan dilaksanakan mulai Maret sampai Juni nanti. Selama empat bulan itu setiap siswa akan menerima empat puluh kali makanan tambahan," pungkasnya. (mol/tap)











































.md.jpg)






