Plagiarisme Begitu Mudah di Era Digital Ini
Minggu, 28 Februari 2016 10:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Adanya keterbukaan informasi apapun di internet, membuat karya apapun bisa diakses dengan mudah dan bebas. Kenyataan itu menjadi salah satu kemungkinan penyebab plagiarisme atau penjiplakan. Purnama Sastra ke 19 yang terselanggara di gedung SMK 5 Bojonegoro, malam kemarin, Sabtu (28/02), banyak membincang tentang plagiarisme.
Yusri Fajar, yang sedang hangat-hangatnya diperbicangkan media massa terkait pengaduannya bahwa film karya Glenn Fredly yang berjudul Surat dari Praha (2016) adalah plagiat atas cerita pendek karyanya, bicara tentang plagiarisme yang begitu mudah di era ini.
"Ada banyak unsur yang sama dalam film (karya Glenn) tersebut. Dari judul, nuansa 65, media yang digunakan, tokoh yang berada di Chekoslavia tidak bisa kembali ke Indonesia karena diduga terlibat PKI, sampai covernya juga sudah 11 banding 12 engan cover buku saya," cerita pria kelahiran Bayuwangi itu.
Sekarang Yusri Fajar menjadi dosen tetap di Jurusan Bahasa dan Sastra Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya. Dia juga menjadi Komite Sastra Dewan Kesenian Jawa Timur 2014-2019. Dia mnerbitkan buku secara indie, sebuah kumpulan cerpen berjudul Surat dari Praha. Awal tahun ini rumah produksi yang dipimpin Glenn Fredly merilis film berjudul Surat dari Praha.
Seorang penulis asal Bojonegoro, Wina Bojonegoro, juga datang dan bicara tentang tips untuk menghindari pasal plagiarisme. Sebab, katanya plagiasi sekarang itu sangat mungkin terjadi dan sebenarnya ini sudah sering terjadi di antara para penulis atau seniman. Plagiarisme adalah soal etika juga.
"Ada beberapa karya saya yang mencantumkan sumber inspirasi. Di bawah karya saya, saya tulis dipersembahkan mereka. Negeri Atas Angin cerpen saya itu inspirasinya dari seorang teman saya, namanya Prawoto. Dia yang memperkenalkan saya dengan tempat di Bojonegoro namanya Atas Angin. Karena saya penulis, saya tertarik dan menulisnya. Saya sebut nama Prawoto di sana sebagai orang yang menginspirasi saya,” jelas penulis buku kumpulan cerpen Negeri Atas Angin (2013) tersebut. (ver/moha)











































.md.jpg)






