Masyarakat Keluhkan Banyaknya Pengemis dan Pengamen di Alun-Alun
Minggu, 28 Februari 2016 15:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Kota - Keberadaan pengamen dan pengemis di masyarakat memang tidak bisa dihindari begitu saja. Mereka merupakan potret permasalahan sosial yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan kita bersama untuk diselesaikan.
Seperti yang menjadi pemandangan di area sekitar alun - alun kota, Minggu (28/02) pagi ini. Di tengah keramaian warga sedang bertamasya dan nampak bahagia, ternyata masih banyak pengamen dan pengemis yang berkeliling mengais rejeki. Terkadang hal itu membuat masyarakat kurang berkenan dengan kehadiran mereka.
Seperti yang diungkapkan Fauzan (20) lelaki asal Kecamatan Temayang yang biasa menghabiskan waktu di sekitar alun - alun kota untuk sekedar menikmati suasana minum kopi. Menurut dia, kehadiran pengamen terkadang cukup menganggu jika terlalu banyak.
''Kalau satu atau dua nggak masalah Mas. Tapi kalau banyak mengganggu,'' ujarnya saat dimintai komentar beritabojonegoro.com (BBC).
Selain itu, Fauzan juga mengeluhkan sebagian pengamen tertentu yang jika tidak diberi uang terkadang menunggu dan tidak mau pergi. '' Apalagi kalau kita sudah tidak memberi, mereka menunggu, kesannya kan maksa,” lanjut Fauzan.
Hal senada diungkapkan Elly (25) yang biasa bermain bersama keluarga di arena permainan anak – anak. Dia mengaku dalam setengah jam saja biasanya ada 3 sampai 5 pengemis yang menghampirinya.
''Kadang saya heran kenapa kok banyak. Mereka biasanya ibu - ibu membawa tas belanja,'' ujarnya.
Elly berharap Pemkab Bojonegoro atau satpol PP bisa memberi pembinaan kepada para pengamen dan pengemis tersebut. “Sepertinya mereka kurang mendapat perhatian, sehingga dibiarkan menjamur,” tandasnya. (ping/moha)












































.md.jpg)






