Sebanyak 901 Perempuan Bojonegoro Menyandang Buta Aksara
Rabu, 02 Maret 2016 20:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota-Sebanyak 901 perempuan Bojonegoro menyandang buta aksara. Data itu tercatat di Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro. Terhitung hingga akhir Februari ini, warga Bojonegoro yang menyandang buta aksara sebanyak 1.160 jiwa, dan 901 di antaranya adalah perempaun. Sementara sisanya, yakni 259 jiwa, adalah laki-laki.
Kasi Keaksaraan dan Kesetaraan Bidang PNFI Disdik Bojonegoro, Wahyu Hidayat, menjelaskan, masih tingginya angka buta aksara tersebut karena banyak masyarakat kita yang masih belum sadar terhadap pendidikan.”Mereka kebanyakan tinggal di pedesaan,’’ jelasnya.
Jumlah tersebut, lanjut Wahyu, tersebar di delapan kecamatan. Yaitu Balen, Dander, Temayang, Trucuk, Sumberrejo, Tambakrejo, Ngaraho, dan Sekar. ‘’Tertinggi ada di Kecamatan Trucuk, mencapai 230 orang,’’ tuturnya.
Siapa yang dikatakan buta aksara? Wahyu menjelaskan, mereka adalah warga yang tidak bisa membaca, menulis, dan berhitung. Meskipun lembaga lain mengatakan berbeda. Seperti misalnya Badan Pusat Statistik (BPS), yang menyatakan bahwa buta aksara adalah warga yang tidak lulus SD. ‘’Yang kami himpun ini ya versi kami,’’ jelasnya.
Untuk mengentaskan para warga tersebut dari buta aksara, pihaknya mempunyai program keaksaraan fungsional yang berlangsung selama tiga bulan. Setelah itu, mereka harus melanjutkan ke keaksaraan fungsional lanjutan. ‘’Waktunya juga tiga bulan,’’ jelasnya.
Wahyu menjelaskan, semua warga yang menyandang buta aksara tersebut sudah tingkat lanjutan. Sebab, tingkat pertama sudah selesai pada 2014 lalu, sehingga tahun ini adalah menyelesaikan tahap lanjutan. ‘’Kalau tahap pertama dulu menggunakan alokasi dana dari Pemkab. Saat ini dari APBD Provinsi,’’ jelas Wahyu. (mol/moha)































.md.jpg)






