Terjangkit DBD, Enam Anak Meninggal Dunia
Jumat, 04 Maret 2016 10:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Kota – Enam anak-anak usia di bawah 13 tahun di Kabupaten Bojonegoro meninggal setelah terjangkit demam berdarah sejak dua bulan terakhir. Sementara itu, jumlah penderita demam berdarah tercatat sebanyak 197 kasus.
Kendati demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro belum mengeluarkan status kejadian luar biasa (KLB) kasus demam demam berdarah dengan alasan kenaikan kasusnya belum meningkat tajam.
“Belum ditetapkan KLB tetapi perlu diwaspadai,” ujar Kepala Dinas Kabupaten Bojonegoro, Sunhadi.
Data di Dinas Kesehatan Bojonegoro menyebutkan, kasus demam berdarah di Bojonegoro cenderung meningkat. Misalnya, data bulan Januari-Februari 2015, ada 181 kasus dengan empat orang meninggal dari total 572 kasus demam berdarah di tahun itu. Sedangkan data Januari-Februari ditambah hingga tanggal 2 Maret 2016, ada enam penderita meninggal dari total 197 kasus.
Sedangkan kriteria dari KLB adalah apabila data tahun lalu dengan tahun sekarang ini ada peningkatan dua kali lipat. Sedangkan data kasus DBD tahun 2015 dengan tahun 2016 ada peningkatan tetapi tidak tinggi.”Kriterita itu, jelas,” ujar Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bojonegoro dr Whenny Dyah Prajanti.
Dia menambahkan, dari enam kasus demam berdarah yang mengakibatkan penderita meninggal yaitu terjadi di Kelurahan Sumbang, Kecamatan Kota Bojonegoro. Yaitu, penderita berinisial S, 9 tahun, yang meninggal pada hari Selasa 1 Maret 2016 lalu.
Sedangkan sebarannya, dari 28 kecamatan di Kabupaten Bojonedoro sebagian besar di daerah padat penduduk. Seperti di Kecamatan Kota Bojonegoro, Sumberejo, Padangan, dan Kecamatan Sukosewu. Dinas Kesehatan telah melakukan pengasapan atau fogging di beberapa tempat terutama yang ditemukan warganya terjangjit DBD.
Menurut Susanto, pengurus Rukun Tetangga di Kelurahan Klangon, Kecamatan Kota Bojonegoro, untuk pengajuan pengasapan gratis ke Pemerintah Bojonegoro, cukup mudah. Di antaranya, harus ada penderita DBD berikut dilampiri hasil laboratorium yang menyatakan positif terjangkit penyakit ini. Selanjutnya, dilaporkan ke Dinas Kesehatan Bojonegoro.
“Biasanya langsung ada fogging,” ujarnya. Selain fogging, Dinas Kesehatan Bojonegoro juga membagikan secara gratis bubuk abate yaitu bubuk pembunuh jentik-jentik nyamuk aedes aigypti, nyamuk pembawa demam berdarah. (rul/kik)
ilustrasi www.jombangtimes.com











































.md.jpg)






