Pasar Kalitidu Juga Sepi Sebab Gerhana Matahari
Sebagian Pedagang Tidak Percaya Mitos Gerhana
Rabu, 09 Maret 2016 17:00 WIBOleh M Nur Khozin
Oleh M Nur Khozin
Kalitidu-Gerhana matahari total yang hanya bisa disaksikan di Indonesia, meskipun di Bojonegoro tidak terlihat sempurna, juga menyebabkan beberapa pasar di Bojonegoro tidak beroperasi sebagaimana biasanya. Sebagaimana pasar Kota Bojonegoro dan Pasar Sumberrejo sebagaimana berita yang beritabojonegoro.com (BBC) turunkan sebelumnya, Pasar Pasar Kalitidu, tepatnya tempat penampungan sementara (TPS), juga demikian.
Baca Karena Gerhana Matahari, Aktivitas Pasar Sepi
Rabu (09/03) sekitar pukul 08.00 WIB, pasar Kalitidu nampak sepi tidak seramaia biasanya. Beberapa toko nampak tutup dan terlihat jarang orang berseliweran di dalam maupun depan pasar. Kawasan parkirpun juga sama, nampak tidak banyak kendaraan yang sedang parkir, mendakan pedagang maupun penunjung pasar juga sepi.
Tidak semua tutup alias libur berdaganga memang, seperti Aminah (56), seorang penjual tempe, dia tetap berjualan di kiosnya dalam pasar. Ketika dimintai keterangan BBC, Aminah mengaku hari ini memang sepi karena banyak pedagang yang memilih libur atau buka agak siang. Tapi dia tidak ikut tutup. Memang ada mitos yang dipercaya masyarakat bahwa berdagang saat terjadi gerhana bisa membuat dagangannya tidak laku, atau gerhana bisa membuat mata buta. Tapi bagi Aminah, gerhana matahari tidak ada hubungannya dengan mitos adanya musibah bagi pedagang kalau tetap berjualan.
“Semua rezeki itu Gusti yang mengatur. Bekerja adalah menunaikan ibadah dan menjalankan roda ekonomi. Bagi saya gerhana matahari sudah biasa, kenapa harus tidak bekerja,” kata Aminah.
Meski demikian, Aminah mengakui bahwa pasar memang sepi semenjak pagi, tidak seperti biasanya. Menurut dia, banyak warga atau pedagang yang ikut shalat di gerhana atau menunggu setelah gerhana usai, baru beraktivitas seperti biasa.
“Pedagang di sini pagi tadi menunaikan sholat gerhana di Masjid Kalitidu, setelah itu melakukan aktivitas seperti basanya kembali. Kalau saya setelah sholat subuh langsung ke pasar,” terang Aminah dengan yakin.
Pedagang lainnya, Fatimah (42), yang menjual ayam, mengaku sama. Biasanya dagangannya ramai, tetapi hari ini, sampai sekitar pukul 10.00 WIB saat BBC menemuinya, ayamnya belum habis.
“Biasanya dagangan saya sudah habis jam segini. Tetapi karena gerhana matahari, tidak begitu banyak masyarakat berbelanja di pasar. Ini yang mengakibatkan turunnya minat beli di pasar, sehinga dagangan pada sepi,” begitu kata Fatimah. (zin/moha)












































.md.jpg)






