Rumah Tepi Bengawan Solo di Desa Banjarjo Kecamatan Padangan
Longsor oleh Arus Bengawan, Sudah 7 Rumah yang Pindah
Rabu, 09 Maret 2016 20:00 WIBOleh M Nur Khozin
Oleh M Nur Khozin
Padangan - Sepanjang bantaran sungai Bengawan Solo menjadi halaman rumah yang luas bagi warga desa Banjarjo Rt 11 RW 03, Kecamatan Padangan. Hal itu dikarenakan jarak antara rumah dengan sungai hanya sekitar 2 meter saja. Hanya dengan berdiri di depan rumah, orang bisa langsung melihat sungai terpanjang se pulau Jawa itu.
Namun, hal itu berbuah bencana bagi mereka. Sebab derasnya arus sungai Bengawan Solo menyebabkan tanah di depan rumah mereka terkikis sedikit demi sedikit sehingga mengancam rumah nantinya.
Salah satu warga yang tinggal di bantaran Bengawan Solo di Desa tersebut, Wardoyo (54), mengakui hal itu. Kata dia, terhitung sejak tahun 2008 lalu, sudah kurang lebih ada 7 rumah yang sudah pindah dikarenakan tanahnya sudah longsor.
“Saat ini masih bertahan 2 rumah, di pinggir Bengawan Solo itu. Dulunya jaraknya bukan dua meter itu, melainkan sampai 500 meter,” terang Wardoyo.
Karena semakin lama semakin terkikis dan longsor sedikit demi sedikit, akhirnya tinggal 2 meter itu jarak antara rumah warga dan sungai.
Hingga saat ini, warga setempat hanya dengan swadaya memberikan penyangga dari batang bambu di sepanjang tepi sungai di sekitar rumah warga tersebut untuk mencegah longsor berkelanjutan.
“Selain itu juga ditanami pohon jarak zaitun dengan harapan agar akar pohon itu bisa menahan longsor,” pungkas Wardoyo yang termasuk salah satu 7 pemilik rumah yang sudah pindah itu. (zin/moha)












































.md.jpg)






