Mahasiswa Diminta Lebih Peduli pada Kualitas Kependudukan
Senin, 14 Maret 2016 11:00 WIBOleh Betty Aulia dan Piping Dian Permadi
Oleh Betty Aulia dan Piping Dian Permadi
Kota - Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Bojonegoro meneggelar acara Seminar Population Goes to Campus Kabupaten Bojonegoro Tahun 2016. Seminar yang mengambil tema, 'Memperkuat Komitmen Para Akademisi dalam Menjawab Tantangan Kependudukan Era Sustainable Development Goals' itu dilaksanakan di gedung pertemuan IKIP PGRI Bojonegoro, Senin (14/03) pagi.
Kepala BPPKB Kabupaten Bojonegoro dr Hj Anik Yuliasih MSi, dalam sambutannya mengatakan, kepedulian terhadap persoalan pengendalian kuantitas, peningkatan kualitas penduduk, serta pembangunan keluarga di Bojonegoro itu sangat penting. "Kehadiran kita semua di sini adalah bukti kepedulian kita terhadap masalah-masalah kependudukan," ujarnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat strategis untuk mengurai permasalahan kependudukan, terutama yang terkait dengan pemuda. Berdasarkan hasil Susenas 2014, persentase wanita 10 tahun ke atas yang menikah di Kabupaten Bojonegoro sebesar 68,33 persen. "Angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata persentase wanita yang menikah di Provinsi Jawa Timur yaitu 62,67 persen," lanjutnya.
Hal tersebut membuat BPPKB Bojonegoro harus lebih bekerja keras lagi untuk mengurai permasalahan tersebut sehingga dihasilkan alternatif solusi yang tepat. "Jika permasalahan ini tidak mendapat perhatian, maka akan berdampak pada ledakan penduduk dikemudian hari. Mengingat proporsi penduduk muda di Bojonegoro cukup besar yaitu sekitar 22,34 persen,'' jelas Anik.
Acara seminar dihadiri sedikitnya 200 mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi di Bojonegoro. Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Bojonegoro Soehadi Moeljono MM dan perwakilan rektor perguruan tinggi se-Bojonegoro. (eti/pin/tap)











































.md.jpg)






