Seminar NKRI di Unigoro
Gus Ipul Ajak Perguruan Tinggi Mengatasi Problem Kemiskinan
Senin, 14 Maret 2016 13:00 WIBOleh Muhamad Nur Khozin
Oleh Muhamad Nur Khozin
Kota - Kemiskinan dapat terjadi karena keterbatasan faktor-faktor geografis, ekologi, teknologi, dan pertumbuhan penduduk yang tinggi dibandingkan tingkat penghasilannya. Provinsi Jawa Timur sendiri hari ini dalam situasi kurang menguntungkan akibat perekonomian dunia yang anjlok seiring turunnya harga minyak dunia.
Sementara Kabupaten Bojongoro berada pada puncak produksi minyak. Keadaan seperti itu mengakibatkan kabupaten ini tidak bisa menikmati hasil keuntungan minyak yang berlimpah.
Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf saat acara seminar NKRI dan Pembahasan MoU PTN dan PTS di Kampus Universitas Bojonegoro, Senin (14/03) pagi sekira pukul 09.00 WIB.
Gus Ipul, sapaan akrabnya, mengungkapkan, tingkat kemiskinan di Jawa Timur masih cukup tinggi dengan persentase 11 persen. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk miskin mencapai 4 juta.
"Kami berharap, tenaga akademis atau dari kampus bisa mensinergikan antara pemerintah dan pihak kampus dalam menciptakan lulusan sarjana yang kompeten. Sehingga nantinya dapat meningkatkan produktivitas kerja," ujar Gus Ipul.
Ditambahkan pula, pihak kampus harus mampu menjadikan mahasiswa berkompeten, serta inovatif dan kreatif untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan problem yang ada di Jawa Timur. Mahasiswa nantinya menjadi garda terdepan dalam pembangunan ekonomi.
Untuk itu Bojonegoro yang saat ini menjadi sumber minyak, harus mampu mendorong perubahan nasib perekonomian. Serta lepas dari kemiskinan yang menjadi problem bersama. "Terlalu banyak masalah di Jawa Timur yang harus diselesaikan. Untuk itu kami mengajak para Wakil Rektor 3 se-Jawa Timur turut memikirkan dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di Provinsi ini," pesan Gus Ipul. (zin/tap)











































.md.jpg)






