88 Guru SD yang Tidak Lulus UKG Ikuti Diklat Kompetensi LPMP
Jumat, 25 Maret 2016 16:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota - Usai mengetahui 8.458 guru di Bojonegoro tidak kompeten, Dinas Pendidikan setempat terus berbenah. Salah satunya mengirim para guru yang tidak lulus Ujian Kompetensi Guru (UKG) pada akhir 2015 lalu, mengikuti pendidikan dan latihan (diklat) yang diselenggarakan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur.
Sejak Rabu, 23 Maret, kemarin, sebanyak 88 guru sekolah dasar dikirim mengikuti diklat kompetensi guru di gedung Sekolah Model Terpadu Bojonegoro. Diklat diberikan oleh LPMP dan berlangsung selama 7 hari, hingga Selasa, 29 Maret mendatang.
Puluhan guru SD yang ikut diklat adalah guru yang nilai UKG-nya dibawah standar 5,5. Semula ada 90 guru yang rencananya dikirim. Hanya saja saat pelaksanaan 2 guru tidak hadir.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Hanafi, mengatakan, pendidikan dan latihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam proses belajar mengajar. "Ini adalah program nasional. Guru yang tidak mememuhi standar UKG harus ikut diklat. Semua dibiayai pusat," ujarnya kepada beritabojonegoro.com, Kamis (24/03) kemarin.
Menurut Seksi Peningkatan Mutu Pendidikan LPMP Jatim Munif Hatoha menjelaskan, dalam diklat tersebut guru diberikan materi terkait peningkatan kompetensi. Sebab, kompetensi mereka terbilang rendah. Hal itu tebukti ketika mereka tidak lulus uji kompetensi guru tahun lalu. "Mereka yang mengikuti diklat ini adalah mereka yang nilai UKG-nya rendah," katanya.
Sebanyak 88 guru yang mengikuti diklat saat ini adalah guru Sekolah Dasar. Mereka guru kelas 1 dan 2. Rincianya, guru kelas 1 sebanyak 44 orang dan kelas 2 sebanyak 44 orang. "Materi yang diajarkan terkait peningkatan pembelajaran tematik," terang Munif.
Munif menambahkan, sebenarnya guru harus lebih pintar, karena akan menerangkan ke siswa. Sehingga ilmu yang diterangkan mudah diserap siswa. Kalau UKG saja tidak lolos, berarti mutu guru rendah dan siswa pun jadi sulit menyerap ilmu dari guru semacam itu. "Guru yang tak lolos ini mungkin hanya asal memberikan tugas kepada siswa," pungkasnya. (mol/tap)











































.md.jpg)






