IAI Sunan Giri Selenggarakan Workshop Metode Belajar Bahasa Arab
Minggu, 27 Maret 2016 17:00 WIBOleh Betty Aulia
Oleh Betty Aulia
Kota - Bahasa Arab termasuk salah satu mata pelajaran yang dirasa sulit bagi para siswa. Karena memerlukan hafalan dan daya ingat yang tinggi membuat para siswa malas mempelajarinya. Dilatari hal demikian itu, Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri menyelenggarakan workshop tentang cara mudah dan menyenangkan mempelajari Bahasa Arab, Minggu (27/03) pagi.
Workshop yang diadakan di aula IAI Sunan Giri tersebut diikuti 200 peserta, terdiri 150 guru dilingkup LP Ma'arif dan 50 umum. Hadir sebagai pemateri 9 ahli Bahasa Arab dari UIN Malang. Tampak hadir pula beberapa anggota DPRD Bojonegoro.
Dalam kesempatan itu, pemateri menjelaskan bahwa ada beberapa cara dan metode mempelajarai bahasa Arab dengan mudah dan menyenangkan. Sehingga siswa tertarik untuk terus mempelajari bahasa Arab.
Ketua Panitia Workshop Nurul Musafa’ah SS MPdi, yang juga dosen Bahasa dan Sastra Arab (BSA) IAI Sunan Giri, mengungkapkan, kepada beritabojonegoro.com (BBC), sebenarnya Bahasa Arab itu bukan pelajaran yang sulit. Tergantung bagaimana cara mempelajaraniya. Karena pada umumnya Bahasa Arab memiliki tingkat kesulitan hampir sama dengan pelajaran lainnya.
“Jika kita mempelajari Bahasa Arab menggunakan metode yang menyenangkan, kita akan sangat mudah mempelajarinya. Karena Bahasa Arab sebenarnya itu mudah, jika kita mau belajar,” ujar wanita berparas cantik itu.
Nurul juga mengungkapkan harapannya agar ke depan Bahasa Arab bisa familiar di lingkungan masyarakat. Dan, menjadi salah satu pelajaran bahasa yang digemari semua kalangan di Bojoneoro.
untuk kedepanya bahwa bahasa arab tidak hanya untuk kalangan mahasiswa dan SMA sederajat namun juga akan diarahkan pada anak-anak usia dini dengan menggunkan metode belajar sambil bermain, sehingga untuk kedepanya para generasi di Indonesia ini tidak asing lagi dengan bahasa arab.
“Saya berharap untuk ke depanya Bahasa Arab tidak hanya untuk kalangan mahasiswa dan SMA, melainkan ke anak-anak yang masih berpendidikan di sekolah dasar dan anak usia dini dengan menggunkan metode belajar sambil bermain. Sehingga para generasi di Bojonegoro ini tidak asing lagi dengan Bahasa Arab," pungkasnya. (ety/tap)











































.md.jpg)






