Anjangsana Dalam Rangka HUT YKB Ke-36
Yayasan Kemala Bhayangkari Kunjungi Penderita Hydrocepalus di Trucuk
Selasa, 05 April 2016 13:00 WIBOleh Linda Estiyanti
Oleh Linda Estiyanti
Trucuk - Kabar tentang Muhammad Efendi, bocah 11 tahun pengidap penyakit hydrocepalus, asal Desa Kandangan, Kecamatan Trucuk, sampai juga ke telinga publik. Dengan kondisi Pendik, sapaan akrab Muhammad Efendi, yang sangat memprihatinkan, banyak publik yang menaruh simpati dan peduli. Lembaga maupun perorangan mulai mendonasikan dana untuk Pendik.
Baca berita: Berjualan Sayur Keliling Kampung Demi Merawat Anak yang Menderita Hydrocepalus
Salah satunya, Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Cabang Bojonegoro. Pada Selasa (05/04) pagi, dengan didampingi Wakapolres Bojonegoro Kompol Ikhwanudin, YKB mengunjungi Pendik di rumahnya, RT 09 RW 09 Desa Kandangan. Kunjungan tersebut selain anjangsana YKB, juga sebagai bentuk kegiatan peduli kasih Bhayangkari terhadap mereka yang membutuhkan.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam dari Mapolres Bojonegoro, rombongan pengurus YKB didampingi Wakapolres dan Kapolsek Trucuk tiba di rumah Pendik. Kedatangan disambut Kepala Desa Kandangan, Muspika, dan Petugas Kesehatan Puskesmas Trucuk. Selain itu juga tampak Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Bojonegoro Sujatmi, yang bertindak sebagai ahli gizi Pendik.
"Kegiatan ini merupakan bentuk peduli Kapolres sekaligus menjadi program tali asih Bhayangkari dalam rangkaian HUT YKB ke-36. Kita berharap kedatangan kita bisa membantu keluarga Bu Kasri (Ibu Pendik) untuk mengobatkan anaknya yang sedang sakit hydrocepalus," ujar Nyonya Lidya Ikhwanudin, Wakil Ketua YKB Cabang Bojonegoro.
Dalam kunjungan tersebut, Wakapolres Bojonegoro juga menyampaikan titipan dari Kapolres serta ucapan permintaan maaf Kapolres karena tidak dapat turut serta mengunjungi Pendik. "Kami menyampaikan permohonan maaf Kapolres karena tidak dapat hadir di tengah-tengah kita karena ada jadwal mendadak harus ke Polda," ujar Kompol Ikhwan.
Kakak Pendik, Lina (20), mewakili ibunya yang belum pulang karena masih berjualan sayur keliling, menerima kunjungan tersebut. Kepada beritabojonegoro.com (BBC), dia mengungkapkan, sangat senang karena masih ada orang peduli dengan kondisi adiknya yang sudah sekian lama sakit itu.
"Saya senang dengan kepedulian orang-orang terhadap adik saya. Adik saya sudah sakit lama, saya ingin adik saya bisa sembuh dan tumbuh normal seperti anak-anak lainnya," ungkap Lina.
Dalam kesempatan itu, dokter Puskesmas Trucuk Hermin Widiastutik, melaporkan bahwa Puskesmas setempat, melalui program Sagasih, yakni pengobatan untuk masyarakat desa yang kurang mampu, sudah berupaya memberikan pengobatan dan perawatan secara intensif kepada Pendik. "Kita sudah berupaya melakukan yang kita bisa untuk Pendik," kata dokter yang merawat Pendik itu.
Kunjungan ditutup dengan penyerahan tali asih peduli dari Kapolres dan Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Bojonegoro kepada pihak keluarga Pendik. (lyn/tap)
*) Foto Wakapolres bersama rombongan ibu-ibu kemala bhayangkari bojonegoro menjenguk pendik











































.md.jpg)






