Menjadi Jurnalis Beretika
Senin, 24 Agustus 2015 15:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Kota – Mulai muncul sejak 1 Agustus lalu, awak BBC (beritabojonegoro.com) terus berbenah. Terutama untuk meningkatkan kapasitas jurnalis dari segi sumber daya manusia (SDM). Untuk itu tiap dua kali dalam seminggu diadakan kelas jurnalis BBC.
Senin (24/8/2015) ruang redaksi BBC tampak lain dari biasanya. Ketika hari-hari biasa para awak jurnalis fokus pada laptop masing-masing, siang itu mereka serius menyimak pemaparan materi tentang bagaimana menjadi jurnalis beretika. Hadir sebagai pemateri, jurnalis senior yang bertugas di Bojonegoro, Sujatmiko.
"Penghormatan terhadap jurnalis bukan pada materinya, tetapi pada penghargaan profesinya," terang jurnalis majalah Tempo itu.
Bapak satu anak itu menyampaikan bahwa untuk menjadi jurnalis beretika harus memperhatikan tiga hal. Yaitu etika penampilan (performance), reportase dan pelaporan. Menurut dia, saat ini, banyak sekali jurnalis yang melupakan tiga hal itu. Sebab itu dia berharap agar awak BBC senantiasa menjaga tiga hal itu.
Pada para awak BBC, dia menegaskan bahwa sekecil apapun materi yang diberitakan pasti akan berdampak. "Karena itu sangat penting membuat berita yang beretika. Yaitu yang akurasinya kuat dan juga berimbang," ujarnya.
Sementara itu menurut Pemimpin Umum BBC, sapaan BeritaBojonegoro.com, Imam Nurcahyo, awak redaksi BBC saat ini kebanyakan berasal dari kalangan penulis yang kini belajar menjadi jurnalis. Oleh karena itu, kata dia, para penulis dan jurnalis di BBC ini secara bertahap akan terus belajar dan meningkatkan kapasitasnya. “Kita akan terus belajar sehingga bisa menghasilkan berita yang berbobot dan berkualitas. Selain cepat, berita yang disampaikan ke publik juga akurat dan lengkap,” ujarnya. (rul/kik)

































.md.jpg)






