Desa Wisata Minyak Tradisional Sumur Tua Wonocolo
Ada Tiga Titik Kunjungan di Desa Wisata Wonocolo
Minggu, 17 April 2016 08:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Wonocolo-Desa wisata Wonocolo atau disebut juga Petroleum Heritage yang akan dilaunching pada 27 April mendatang, memiliki tiga titik destinasi yang bisa dinikmati wisatawan nantinya. Pemkab benar-benar menggarap serius lokasi wisata tersebut untuk memberikan kepuasan para pengunjung yang berwisata. Saat ini wisata ini tengah dalam persiapan fisik, baik lokasi maupun akses jalannya.
Baca Dilaunching Bertepatan Kedatangan Presiden, Pemkab Fokus Perbaikan Jalan
Kepala Dinas Kebudayaan dan Periwisata Kabupaten Bojonegoro Umar Syahid memberikan keterangan kepada beritabojonegoro.com (BBC), ketiganya adalah D 138, D 056 dan titik rumah singgah. Titik D 138 dan D 056 merupakan sumur percontohan dan rumah singgah.
“Titik D 138 dan D 056 merupakan sumur percontohan, pengunjung bisa ke sana dengan mengendarai kendaraan yang disediakan pengelola wisata di sini nantinya. Sedangkan di rumah singgah pengunjung bisa menyaksikan film dokumenter tentang penambangan tradisional Wonocolo dari masa ke masa. Pengunjung bisa banyak belajar,” kata Amir Syahis, kemarin, Sabtu (16/04), saat kegiatan jalan sehat pelajar di Wonocolo.
Baca Pertamina Ajak Sisa Jalan Sehat dan Membersihkan Sampah di Sumur Tua Wonocolo
Amir menjelaskan, di rumah singgah nantinya disediakan diorama bagi wisatawan. Yaitu semacam miniatur yang menampilkan aktivitas penambangan dari masa ke masa serta dilengkapi pemutaran film layaknya sebuah museum. Diorama ini penting untuk memberikan pemahaman bagi pengunjung terhadap wisata yang diuknjunginya sehingga bukan hanya bersenang-senang saja yang bisa didapat, tetapi juga pengetahuan.
Ditanya soal keseriusan penggarapan wisata ini, Amir menjawab bahwa desa wisata yang tengah dikembangkan ini menurutnya sangat efektif untuk menggerakan ekonomi masyarakat. Ke depan bahkan ada rencana untuk mengembangkan desa lainnya di Kecamatan Kedewan yang mempunyai potensi. “Saat ini baru Desa Wonocolo kedepanya akan dibangun dilokasi lain yang memiliki potensi, seperti rendeng saat ini sudah berkembang, sehingga nanti tidak hanya satu agar para wisatawan merasa puas," tuturnya.
Field Manager PT Pertamina Asset 4 Agus Amperianto menyatakan, pihaknya sangat mendukung upaya Pemkab Bojonegoro untuk menjadikan Wonocolo sebagai media destinasi wisata pertambangan minyak tradisional, satu-satunya yang ada di Indonesia saat ini, atau bisa juga disebut the Litle Teksas ini.
"Ini bisa jadi media belajar kepada wisatawan, sehingga tidak hanya tahu proses pengambilan minyak dengan cara modern yang canggih. Tapi juga mengerti bahwa penambangan minyak oleh warga dengan cara tradisional itu butuh perjuangan," ungkapnya.(pin/moha)












































.md.jpg)






