4 Titik Semburan Lumpur Gondang Masih Aktif
Senin, 02 Mei 2016 21:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Fenomena semburan lumpur di Desa Jari, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, sampai hari ini, Senin (02/05), masih terjadi. Dari semula 6 titik semburan yang muncul, kini tinggal 4 titik yang masih menyemburkan air bercampur lumpur. Berdasarkan pantauan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bojonegoro, debit lumpur naik menjadi 2 liter per detik.
"Dari enam titik semburan, dua di antaranya tidak aktif, sedangkan empat lainnya masih. Debitnya pun bertambah mencapai 2 liter per detik," ungkap Kabid Pengkajian Dan Laboratorium BLH Bojonegoro Hery Susanto kepada beritabojonegoro.com, Senin (02/05).
Kondisi itu diketahui ketika melakukan pengecekan bersama Kementerian Lingkungan Hidup pada 27-28 April lalu. Dari 6 titik semburan telah dibuatkan saluran, maksudnya agar seluruh lumpur mengalir masuk ke Sungai Keramat, sehingga tidak merambat kemana-mana. Semburan lumpur sampai saat ini belum berdampak pada air yang ada di permukiman warga.
Baca berita: Semburan Lumpur Gondang Tidak Berdampak Pada Air di Permukiman Warga
Diketahui dari hasil uji laboratorium bahwa zat besi yang terkandung dalam semburan lumpur sangat tinggi. "Kandungan zat besi sangat tinggi, sehingga memunculkan bintik-bintik pada daun yang kemudian mengering lalu mati," jelas Hery.
Langkah ke depan, menurut Hery, pihaknya akan mengirimkan hasil uji laboratorium ke Dinas Pertanian untuk melihat air tersebut berbahaya atau tidak pada tanaman. "Diharapkan, Dinas Pertanian akan mengeluarkan rekomendasi terkait aman tidaknya air terhadap tanaman, lebih lanjut kementerian akan mendiskusikan di pusat," pungkasnya. (ver/tap)































.md.jpg)






