Satlantas Polres Bojonegoro
Tak Bosan Ajari Pelajar Berkendara dengan Aman
Rabu, 01 Juni 2016 15:00 WIBOleh Linda Estiyanti
Oleh Linda Estiyanti
Kota - Kepolisian Resor Bojonegoro melalui Satuan Lalu Lintas mengadakan acara sosialisasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcar lantas) di sekolah se-Kabupaten Bojonegoro. Hal ini merupakan upaya kepolisian untuk mengurangi angka kecelakaan yang melibatkan pelajar.
Terakhir, sosialisasi kamseltibcar lantas dilakukan di halaman SMA Negeri 2 Bojonegoro pada Selasa (31/05) kemarin. Seperti biasa acara kali ini juga dihadiri dan dibuka Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro Mitroatin. Melalui sosialisasi ekstrakurikuler dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) tersebut, para pelajar menjadi tahu dan mengerti tentang aturan tertib lalu lintas.
Ketua DPRD Bojonegoro Mitroatin, dalam kesempatan itu mengungkapkan bahwa selama ini kecelakaan pelajar di Bojonegoro masih cukup tinggi. Melalui sosialisasi ini, harapannya keamanan dan keselamatan siswa dalam berkendaraan bisa lebih terjaga.
"Acara sosialisasi itu bagus untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan. Karena acara tersebut mendidik pelajar sejak dini mengenai aturan lalu lintas dan bagaimana cara aman berkendara," tuturnya.
Setelah itu, dengan diiringi riuh tepuk tangan ratusan pelajar, AIPTU Suparnoto, selaku Kanit Dikyasa Lantas, mulai menyampaikan materi kepada pelajar. Seperti biasa dengan diselingi banyolan khasnya, memaparkan data kecelakaan terakhir berikut faktor penyebab terjadi kecelakaan.
"Data terakhir laka lantas bulan ini, sampai hari Senin (30/05) kemarin, menyebutkan sudah terjadi 82 laka," ungkap APITU Suparnoto.
Dari seluruh kecelakaan itu, lanjut Aiptu Suparnoto, korban kecelakaan mencapai 142 orang, dengan rincian 10 orang meninggal dunia (MD), 7 orang Luka Berat (LB), dan 7 orang Luka Ringan (LR). Angka tersebut masih cukup tinggi untuk ukuran kota kecil, seperti Bojonegoro. Sehingga inilah kemudian membuat Satlantas harus ekstra menanamkan jiwa pelopor keselamatan berlalu lintas.
"Kecelakaan tersebut terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya faktor manusia yang mabuk, sakit, ngantuk, tidak tertib, main HP. Selain itu kondisi iklim, jalan dan kendaraan yang tidak normal juga mampu menyebabkan kecelakaan, maka perlu ada kesadaran dari kita untuk menjaga keselamatan," lanjutnya.
Dalam acara sosialisasi tersebut, pelajar juga diberikan wawasan melalui simulasi mengendarai sepeda motor dengan aman oleh Kanit Uji Praktek SIM, AIPTU Agus Sunarto. Beberapa siswa juga diberikan kesempatan untuk mencoba sendiri dan praktik mengendarai sepeda motor dengan aman dan tertib. (lyn/tap)
*) Foto seorang pelajar diajari berkendara secara aman











































.md.jpg)






