Sensus Ekonomi 2016
BPS Bojonegoro Jaring 1.217 Usaha yang Terlewat Cacah
Sabtu, 04 Juni 2016 13:00 WIBOleh Betty Aulia
Oleh Betty Aulia
Kota - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro berhasil menjaring 1.217 usaha rumah tangga yang terlewat cacah. Ribuan usaha ini terjaring setelah Tim BPS melakukan proses penyisiran ulang dari hasil Sensus Ekonomi 1-31 Mei lalu. Penyisiran dilaksanakan di beberapa blok sensus di 9 kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro.
Menurut Kasi Distribusi BPS Bojonegoro Iswanto SSt, penyisiran ulang dilakukan karena BPS menduga masih ada usaha yang terlewat cacah. Apalagi mengingat petugas Sensus Ekonomi tahun ini hampir keseluruhan wajah baru. "Sehingga kemungkinan petugas baru tersebut masih kurang teliti dalam menggali informasi," ujarnya saat ditemui beritabojonegoro.com (BBC), di kantornya, Sabtu (04/06) pagi.
Dia juga menuturkan, penyisiran ulang akan dilakukan hingga 15 Juni mendatang. Dan sasaran penyisiran seluruh blok sensus dengan legalitas tanda tangan disertai stempel dari Ketua RT masing-masing blok. "Untuk memastikan tidak ada lagi usaha yang terlewat cacah," jelasnya.
Temuan 1.217 usaha dari 9 kecamatan yang terlewat cacah ini cukup mengejutkan. Namun terlewat cacah ini tidak sepenuhnya kesalahan dari Petugas Cacah Lapangan. Bisa jadi, usaha yang terlewat dicacah tersebut muncul saat atau setelah Sensus Ekonomi dilaksanakan.
"Ya banyak juga usaha yang baru bermunculan dalam kurun satu bulan ini, setelah Sensus Ekonomi ini selesai," imbuhnya.
Selain itu, masyarakat kadang kurang terbuka mengenai kegiatan usahanya. Kemungkinan besar dia takut karena berhubungan dengan pajak. Kemudian pada saat pelaksanaan sensus masyarakat sulit ditemui oleh petugas pencacah, sementara petugas pencacah dibatasi bulan sensus. (ety/tap)






































