Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Mulai Berdampak Positif
Jumat, 17 Juni 2016 18:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Kota - Sejumlah minimarket, pasar swalayan, dan toko-toko besar di Bojonegoro saat ini telah menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar. Meski sempat menimbulkan pro dan kontra, setelah hampir tiga bulan masa uji coba tampaknya mampu memberikan dampak yang baik di Bojonegoro.
Kebijakan kantong plastik berbayar sendiri muncul pertama kali setelah muncul Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Berbahaya dan Beracun Nomor: S.1230/PSLB3-PS/2016 tentang Harga dan Mekanisme Penerapan Kantong Plastik Berbayar.
Meski Kabupaten Bojonegoro bukan salah satu dari 22 kota yang turut diuji coba dalam penerapan kantong plastik Berbayar ini, beberapa minimarket telah menerapkan kantong plastik berbayar sejak awal Maret lalu. Badan Lingkungan Hidup (BLH) sendiri menghimbau agar pemerintah setempat membuat Perda tersendiri untuk itu.
Seperti halnya kebijakan kantong plastik berbayar di toko buku Jalan Panglima Sudirman yang baru menerapkan pada awal Mei lalu. Pihak toko mengaku mengalami penurunan penggunaan kantong plastik setelah adanya kebijakan tersebut.
"Di sini harganya bervariasi, dari plastik yang berukuran kecil hingga yang paling besar, biasanya pembeli menolak dengan plastik karena berbayar," ujar Mutrofin, selaku supervisor operasional toko.
Di toko tersebut harga kantong plastik mulai dari ukuran A senilai Rp 200, B senilai Rp 300, C senilai Rp 500, D senilai Rp 1.000, dan E senilai Rp 1.000. Menurut Rofin, saat ini hampir sebagian pembeli sudah tidak meminta kantong plastik sejak diterapkan plastik berbayar.
Sementara itu, di salah satu minimarket yang ada di Jalan Diponegoro, Kota Bojonegoro, penerapan kantong plastik berbayar sudah dimulai sejak awal Maret lalu. Di minimarket ini juga sama, sedikit banyak pembeli lebih memilih tidak menggunakan kantong plastik. Selain itu harga untuk kantong plastik dibandrol Rp 200. "Mungkin masyarakat sudah sadar akan diet plastik," ungkap salah satu karyawan.
Seperti yang diungkapkan Dian (22), salah satu pembeli asal Kelurahan Ngrowo yang mengaku memilih tidak menggunakan kantong plastik jika berbelanja di minimarket ataupun toko. Dia sadar akan pentingnya diet plastik. "Kalau barangnya kecil biasanya gak pakai, tapi kalau banyak ya masih,'' ungkapnya.
Kebijakan kantong plastik berbayar sampai saat ini masih masa uji coba. Namun diharapkan masyarakat lebih memahami tujuan utama yaitu pengurangan penggunaan plastik agar tidak menjadi sampah yang sulit terurai. (pin/tap)











































.md.jpg)






