Penelitian Mahasiswa
Hasil Angket, Lebih Dari 100 Siswa-Siswi Bermasalah
Minggu, 30 Agustus 2015 16:00 WIBOleh Mujamil E. Wahyudi
Oleh Mujamil E Wahyudi
Sumberrejo – Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Attanwir yang mengadakan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di Madrasah Aliyah (MA) Darussalam Deru Kecamatan Sumberrejo Bojonegoro, sejak kemarin (29/08) telah selesai dalam menganalisis hasil angket yang disebar pada hari Rabu lalu (19/08). Hasil angket siswa-siswi kelas XII A, XII B dan XI A cenderung agak bermasalah.
Masalah tersebut terdiri dari duabelas (12) item permasalahan, yakni masalah kesehatan, keadaan kehidupan ekonomi, keluarga, agama dan moral, pribadi, hubungan sosial dan berorganisasi, hobi atau rekreasi dan penggunaan waktu, penyesuaian terhadap sekolah, penyesuaian terhadap kurikulum, masa depan, kebiasaan belajar, dan yang terakhir adalah masalah asmara atau percintaan yang dihadapai oleh siswa-siswi tersebut.
Penyebaran angket ini dimaksudkan untuk menganalisis permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh para siswa-siswi di sekolah itu. Hasil dari pengumpulan angket ini kemudian akan dikaji dan dipelajari oleh mahasiswa sehingga dapat menemukan metode pembalajaran yang efektif dan berkualitas.
Menurut Koordinator PPL, Nihayatus Sholihah, dari hasil analisis angket ini siswa siswi MA Darussalam cenderung agak bermasalah atau bermasalah, mulai dari masalah kesehatan dan seterusnya. Sehingga dia tau apa yang dibutuhkan para siswa siswi tersebut. Dan dalam penanganannyaakan menjadi mediator yang baik.
“Kami akan terus mengawal siswa siswi ini dalam menjalani kehidupanya baik disekolah maupun dirumah, sehingga layanan atau metode yang kami lakukan ini benar-benar efektif dam mampu memberikan perubahan kepada mereka,” ujarnya kepada wartawan BeritaBojonegoro.com.
Sementara itu, Roji’, mahasiswa yang mengikuti PPL, menambahkan siswa siswi ini memerlukan layanan dan pengawalan yang intens, sehingga layanan yang diberikan tidak terkesan setengah-setengah. Dalam menganalisis angket tersebut pihaknya tidak menjumpai kendala apapun, walaupun yang di analisis lebih dari seratus (100) siswa-siswi.
“Di lapangan kami tidak menjumpai kendala apapun. Analisis kami berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana. Selanjutnya kita akan memberikan layanan atau bimbingan kepada siswa-siswi tersebut,” tambahnya.(yud/moha)

































.md.jpg)






