Kiai Anwar Zahid Isi Ceramah dalam Acara Sinau Bareng Mensesneg di Tambakrejo
Kamis, 07 Juli 2016 21:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Tambakrejo - Dalam rangka halal bi halal, sekaligus acara tahunan 'Sinau Bareng' bersama Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prof. Dr. Pratikno, M SOc Sc masjid Ar-Rahmah Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo mengundang K. Anwar Zahid dari Kecamatan Kanor.
Acara tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat dan sekitarnya. Selain itu tampak Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu S. Bintoro, Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf. M. Herry Subagyo, Camat Tambakrejo, Ngasiaji, Kepolsek Tambakrejo, Mohtarom dan Kepala Desa Dolokgede, Nunuk Sri Rahayu.
Dalam arahannya, Pratikno menyampaikan bahwa halal bi halal ini adalah sebagai media silaturahmi bagi seluruh masyarakat. "Semoga dengan ini semakin meningkatkan tali silaturahmi di antara kita semua," kata mantan rektor Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tersebut.
Sementara itu, K. Anwar Zahid dalam ceramahnya menyampaikan untuk mengajak masyarakat mengambil hikmah dari bulan Ramadhan yang telah lewat.
"Ibarat beras, sebelum bulan puasa kita adalah gabah yang kemudian digiling dengan puasa pada bulan Ramadhan, sehingga ketika sudah menjadi beras jangan sampai beras itu kemudian bisa dimakan dan mengenyangkan," ujar da'i kondang yang akrab dengan guyonannya 'qulhu wae lik' itu.
Halal bi halal dan Sinau Bareng Mensesneg sendiri merupakan agenda rutin pada momen idul fitri setiap tahunnya. Namun berbeda dengan sebelumnya yang dilakukan di Gelanggang Olahraga (GOR) Grade Desa Dolokgede, khusus untuk tahun ini kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman masjid Ar-Rohman.
Pratikno memaparkan bahwa dipilihnya masjid Ar-Rahmah sebagai lokasi halal bi halal dan sinau bareng adalah selaim tujuan utamanya yaitu memeriahkan hari raya idul fitri 1437 H, namun juga untuk memperkenalkan masjid Ar-Rohmah sebagai masjid percontohan dengan konsep eco-preneurial mosque.
"Masjid ini dibangun dengan pemikiran awal untuk meneladani nabi yang menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan-kegiatan ekonomi, sehingga dengan kondisi stag/tetap yang memprihatinkan dimana mayoritas masyarakat menggantungkan keberlangsungan hidupnya dengan bertani dengan mengharapkan sektor tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan," papar Pratikno. (rul/moha)











































.md.jpg)






