Bahas Kompetensi Guru, PGRI Bojonegoro ke Singapura
Jumat, 04 September 2015 15:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Kota - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bojonegoro mendapat kehormatan untuk menghadiri pertemuan antar guru-guru di Singapura. Pertemuan itu diadakan oleh Kesatuan Guru Melayu Singapura dan bertempat di NTUC Club, Downtown, Pasir Ris Close.
Sebanyak 22 guru dari Indonesia diundang di acara tersebut. Tidak semua daerah diundang untuk berpartisipasi. Sementara dari Bojonegoro sendiri diwakili oleh Ketua PGRI Ali Fatikin. Jumat (4/9) siang tadi, dia sudah mendarat di negeri seribu satu larangan itu.
"Acaranya akan berlangsung mulai tanggal 4 September hingga 5 September besok," kata Ali Fatikin ketika dihubungi BeritaBojonegoro.com (BBC) melalui pesan telepon seluler.
Kepala SMP Negeri 2 Bojonegoro itu menambahkan, agenda pembahasan dalam forum guru-guru di Melayu itu adalah untuk membahas mengenai isu-isu pendidikan. Di antaranya, meliputi kebijakan pemerintah terkait dengan kompetensi guru.
Dia berharap, agar forum itu dapat memberi manfaat seluas-luasnya bagi pendidikan Indonesia, khususnya Bojonegoro. "Kita juga turut prihatin dengan melemahnya nilai rupiah. Secara makro maupun mikro pasti berdampak pada pendidikan kita," pungkasnya. (rul/tap)
*) Foto dari NTUCclub.com

































.md.jpg)






