Tukang Becak Dapat Berkah dari Pawai Budaya
Sabtu, 05 September 2015 10:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Kota – Tukang becak mendapatkan berkah dari adanya kegiatan pawai budaya (karnaval) yang diadakan di Kota Bojonegoro. Sebab, mereka disewa oleh para peserta pawai budaya atau pihak sekolah. Bila biasanya sehari bekerja menarik becak hanya mendapatkan uang sekitar Rp25.000 sampai Rp50.000, namun saat disewa untuk kegiatan pawai budaya ini mereka disewa sekitar Rp100.000 sampai Rp150.000.
Samidi, salah satu tukang becak asal Soko, Tuban, mengaku becaknya telah disewa oleh peserta pawai budaya. Ia biasa mangkal di Kota Bojonegoro. Saat pawai budaya ini, becaknya dihias dan ditumpangi oleh salah satu peserta pawai budaya.
“Becak saya ini disewa Rp100.000 untuk kegiatan pawai budaya ini. Padahal, kalau saya narik becak paling banyak per hari hanya dapat Rp50.000,” ujar bapak dua anak tersebut saat ditemui BBC, sapaan BeritaBojonegoro.com, Sabtu (05/09).
Samidi menuturkan, becaknya disewa sejak pukul 07.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB atau sampai acara kegiatan pawai budaya selesai. Namun, ia tetap mengayuh becak yang telah dihiasi itu berkeliling Kota Bojonegoro. Becak hias itu ditumpangi oleh siswa TK yang mengikuti pawai budaya.
Tukang becak lainnya, Zaini, mengaku becaknya juga disewa oleh salah satu sekolah di Kota Bojonegoro yang ikut kegiatan pawai budaya tersebut. Semula becaknya itu dihias oleh para siswa dan guru di sekolah. Kemudian, setelah selesai becak itu ditumpangi oleh siswa dan ia mengayuhnya.
“Kami merasa beruntung saat ada perayaan pawai budaya ini. Sebab, becak kami disewa dan kami juga dapat menikmati hiburan perayaan pawai budaya,” tuturnya. (nam/kik)

































.md.jpg)






