Bupati Bojonegoro: Kerugian Di Tanggung Bersama
Senin, 03 Agustus 2015 19:00 WIBOleh Nasruli Chusna
oleh: Nasruli Chusna
Pasca kericuhan yang terjadi di lokasi proyek Engineering, Procurement, and Constructions (EPC) 1 Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, Kecamatan Gayam, kerusakan perkantoran masih belum dilakukan perbaikan. Demikian juga kerusakan barang seperti perabotan dan mobil, juga belum diketahui siapa yang bertanggung jawab untuk memberi penggantian. Hingga kini pihak Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) masih enggan mengungkap jumlah kerugian. Begitu juga saat Press Release di Rumah Dinas Bupati, Senin (3/8/2015).
Vice President Public and Goverment Affairs EMCL, Erwin Maryoto, mengatakan tingkat kerusakan masih belum menyentuh obyek fital dan tidak berpengaruh banyak terhadap produksi minyak di lapangan Banyuurip.
Sebab itu hingga saat ini sejumlah kerusakan masih diselidiki oleh pihak berwajib dan para pemangku kepentingan di industri Minyak dan Gas Bumi (Migas), tak terkecuali pihak yang ditunjuk pemerintah pusat untuk menjadi operator lapangan yakni, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
"Kami berkomitmen untuk membantu proses penyelidikan. Dan kami juga siap untuk membantu menghadirkan saksi-saksi serta data-data yang dibutuhkan oleh pihak penyidik. Termasuk juga menampilkan CCTV," terangnya.
Sementara Bupati Bojonegoro, Suyoto, menambahkan bahwa eksplorasi minyak di Blok Cepu adalah proyek bersama. Sebab itu kerugian yang diderita akibat insiden tersebut, juga akan ditanggung bersama. Pihaknya juga menjelaskan akan membangun pos pengaduan di kantor Kecamatan Gayam.
"Selain itu tim optimalisasi yang sudah dibentuk akan bekerja lebih optimal. Yang mulanya hanya rapat dalam dua minggu sekali, nanti akan mengadakan rapat seminggu sekali," imbuh politisi Partai Amanat Nasional tersbut. [rul]






































