Cuaca Jadi Kendala, Pengerjaan Jembatan Trucuk Harus Dikebut
Minggu, 06 November 2016 09:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Bojonegoro Kota - Pengerjaan jembatan Trucuk nampaknya harus dikebut, sebab sekarang, pengerjaan kepala jembatan belum mencapai 50 persen. Padahal pada akhir Desember ini harus selesai, sebagaimana tenggat waktu yang telah ditentukan.
Kabid Pembangunan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum ( PU) Wadjiman menjelaskan, pengerjaan kepala jembatan saat ini baru mencapai 35 persen. Tahun ini adalah pembuatan kepala jembatan dan saat ini pembuatan kepala jembatan tersebut baru selesai pemancangan.
Wadjiman yakin, pengerjaan tersebut bisa tuntas tepat waktu. Menurutnya jika pengerjaan belum selesai pada akhir Desember maka bisa ditambah 50 hari. Sehingga bisa diselesaikan pada Februari 2017.
Pengerjaan itu menjadi agak lambat disebabkan kerap terkendala cuaca. Beberapa minggu lalu pengerjaan harus terhenti karena intensitas hujan yang tinggi, sebab air Bengawan Solo naik. "Jika air bengawan naik pengerjaan berhenti sementara. Jika sudah surut pengerjaan dikebut, sebagai ganti saat berhenti," katanya, Jumat lalu (04/11/2016).
Kendala utama pengerjaan jembatan tersebut adalah cuaca. Jka cuaca buruk dan air bengawan naik, maka pengerjaan akan terhenti. Saat ini pengerjaan jembatan dilembur siang malam. “Sebab deadline pengerjaan semakin dekat,” katanya.
Wadjiman yakin pengerjaan jembatan tahun ini tuntas tepat waktu. sehingga pengerjaan tahap selanjutnya bisa dilanjutkan tahun depan.
Tahun ini pengerjaan jembatan Bojonegoro-Trucuk tahun ini dianggarkan Rp 23 miliar. Pengerjaan jembatan tersebut dijadwalkan tuntas 2018 mendatang. Usai pengerjaan jembatan tersebut, DPU akan melakukan pelebaran jalan. Pelebaran dilakukan karena jalan yang ada saat ini terlalu sempit.(mol/moha)












































.md.jpg)






