Pelatihan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat
Warga Terdampak Harus Kenali Karakter Bencana
Senin, 14 September 2015 17:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Dander - Warga desa rawan bencana harus paham karakteristik bencana yang sering melanda di desanya. Sehingga mempunyai kemampuan cara mencegah terjadinya bencana. Selain itu juga paham bagaimana mengevakuasi dan menyelamatkan warga desa lainnya, jika bencana datang.
Demikian yang mengemuka dalam pelatihan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT), di Desa Ngablak, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Pelaksana pelatihan kali ini Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Bojonegoro.
Sedikitnya 30 relawan desa dilatih kebencanaan di balai Desa Ngablak. Dijadwalkan pelatihan kebencanaan ini dilakukan 7-14 September 2015. Tampil sebagai pemateri PMI, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Sekretaris PMI Cabang Bojonegoro Sukohawidodo mengatakan, pelatihan siaga bencana ini dikhususkan bagi para warga yang desanya rawan bencana. Seperti Desa Ngablak yang termasuk desa rawan bencana banjir Bengawan Solo. Tujuannya, agar warga bisa paham cara-cara mencegah terjadinya bencana.
"Paling tidak, setelah ini warga bisa mengevakuasi atau menyelamatkan warga saat terjadi becana. Warga juga bisa lebih peduli pada lingkungannya. Pagi tadi, peserta latihan teori dan praktek di balai desa. Dan, siang ini peserta melakukan mitigasi, pemasangan jalur evakuasi dan titik kumpul warga," ungkapnya kepada BeritaBojonegoro.com, Senin (14/09).
Harapannya, apabila terjadi bencana, warga mampu memberikan pertolongan awal dan menyadarkan masyarakat bahwa masalah bencana merupakan kesadaran bersama, baik sebelum, pada saat, maupun sesudah. (nam/tap)
*) Foto pelatihan siaga bencana

































.md.jpg)






