Lestarikan Budaya Lewat Pemilihan Ketua OSIS
Kamis, 17 September 2015 14:00 WIBOleh Mujamil E. Wahyudi
Oleh Mujamil E Wahyudi
Kota - Ada yang unik dalam pemilihan ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di SMA Negeri 4 Bojonegoro, Kamis (17/09) pagi. Selain menggunakan sistim nyontreng, kayak pemilu legeslatif negeri ini, para calon ketua juga harus mengenakan busana adat.
Dari pantauan beritabojonegoro.com di lokasi, lima kandidat ketua OSIS duduk rapi di atas panggung kecil dengan busana adat melilit tubuh dan kepala. Ada yang pakai busana adat Jawa, Bali, Sumatera, dan Kalimantan.
Menurut Darma, selaku panitia pelaksana pemilihan ketua OSIS SMA 4 Bojonegoro periode 2015-2016, tahun ini pihaknya mengambil tema kebudayaan. Tujuannya untuk merawat dan melestarikan budaya Indonesia.
"Makanya, seluruh panitia dan calon ketua diwajibkan mengenakan pakaian adat. Kami berharap, tradisi seperti ini bisa tertanam dan dilestarikan, khususnya siswa-siswi SMA 4," ujarnya saat ditemui BBC, di sela-sela proses pemilihan ketua OSIS, Kamis (17/09).
Dia menambahkan, pelaksanaan pemilihan dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Ada lima calon ketua yang nantinya dipilih oleh 850 siswa, beserta dewan guru SMA 4 Bojonegoro.
"Konsepnya, semua berhak memilih atau pemilu raya, dengan sistim menyontreng nama calon. Nanti bagi calon terpilih, saya harap jangan hanya janji-janji. Tapi harus dibuktikan dengan kreativitas atau kegiatan," jelasnya.
Salah seorang dewan guru, Dra Masroro Hastuti Rahayu Mpd mengatakan, para guru sempat kaget dengan pemilu raya berkonsep kebudayaan itu. Gagasan ini murni dari siswa-siswi. Dewan guru tidak diajak ngobrol terkait konsep tersebut.
"Mungkin, siswa-siswi ingin memberi kejutan pada para guru. Kita sangat mengapresiasi acara tersebut. Karena ada nilai pendidikannya, bagaimana merawat dan menjaga budaya Indonesia. Semoga kreativitas mereka makin meningkat dan tidak berhenti di sini saja," pesannya. (yud/tap)
*) Foto para calon ketua pakai baju adat

































.md.jpg)






