Bupati Suyoto: Kita Tak Ingin Menjadi Negara Gagal
Jumat, 27 Januari 2017 09:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Bojonegoro Kota – Bupati Bojonegoro Drs H Suyoto MSi mengatakan bahwa jangan sampai Bojonegoro menjadi daerah yang gagal. Hal itu dia sampaikan dalam sambutan saat rapat koordinasi pembangunan daerah 2017 di gedung serba guna kemarin, Kamis (26/01/2017).
Mengutip buku berjudul Mengapa Negara-Negara Gagal karya Daron Acemoglu dan James A Robonson, Bupati Suyoto mengatakan penyebab utama negara gagal adalah karena negara yang ada malah menyebabkan kesenjangan yang parah antara yang kaya dan yang miskin.
“Kita tak ingin menjadi negara yang gagal. Media massa beberapa hari ini dihiasi berita mengenai negar yang sukses ketika kekuasaan atau politiknya mampu mengubah rakyat lebih sehat lebih cerdas, mampu mengangkat atau kesamaan. Dengan kebijakan Amerika yang ingin mengurangi ketimpangan perdagangan amerika dan cina, kita tak perlu pesimis,” kata Suyoto.
Jika Bojonegoro mampu memenuhi pangsa pasar dalam negeri maka akan ada pertumbuhan ekonomi dalam negeri 6 persen selama beberapa tahun. Fokus kita saat ini, kata Suyoto, adalah bagaimana mengembangkan pasar dalam negeri.
“Oleh karennya kita harus fokus mengapa visi kita lumbung pangan dan energi. Jika kita bisa mampu menyediakan pangan dan energi maka kita akan mampu bertahan,” tegasnya.
Rakor ini dihadiri segenap pejabat Pemkab dari masing-masing SKPD, camat, dan perangkat desa. Selain itu ahdir juga beberapa perwakilan lembaga lintas sektoral juga datang dalam rakor ini seperti dari perbankan, kepala sekolah dan kepala UPT serta para kepala desa dan kepala kelurahan, LSM, akademisi dan segenap stakeholder terkait. Organisasi wanita di Kabupaten Bojonegoro juga hadir, seperti ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro Mahfudhoh Suyoto, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ny Ani Soehadi Moeljono. (her/moha)












































.md.jpg)






