Pada 2016, Hampir 10 Ribu Pasangan di Bojonegoro Lepas Lajang
Jumat, 27 Januari 2017 14:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Bojonegoro – Dalam setahun 2016 lalu, angka pernikahan di Bojonegoro cukup tinggi, angkanya hampir mencapai sepuluh ribu pasangan. Yang artinya setiap hari bisa berlangsung 2-3 kali pernikahan. Catatan di Kantor Kemenag Bojonegoro pada tahun 2016 menyebutkan, jumlah pasangan yang melakukan pernikahan sebanyak 9903.
Kasi bimbingan masyarakat, Masduki mengatakan, bulan yang paling banyak berlangsung pernikahan adalah Juli. "Hal ini merujuk pada bulan Ramadhan dan Syawal. Banyak masyarakat yang menganggap bahwa di saat seperti inilah hajat besat dilakukan," ungkapnya kepada beritabojonegoro.com (BBC), Jumat (27/01/2017).
Bulan Juli itu, sebanyak 1965 pernikahan dilangsungkan. Disusul kemudian bulan September, sebanyak 1702, dan bulan Mei sebanyak 1209. Sedangkan yang terendah yakni pada bulan Oktober, sebanyak 77 pernikahan.
"Biasanya yang paling sedikit itu bulan Suro. Masyarakat kita masih banyak yang percaya dengan adanya hari baik. Sehingga bulan suro masih dianggap tidka baik ketika akan memiliki hajat," tuturnya.
Masduki menambahkan, Kecamatan Dander adalah yang paling banyak berlangsung pernikahan, yakni sebanyak 685. Disusul Kecamatan Baureno sebanyak 624. Sedangkan yang paling sedikit yakni Kecamatan Kedewan sebanyak 81, dan Ngambon sebanyak 82. (ver/moha)












































.md.jpg)






